Tidur Diemperan Ruko Berbulan-bulan, Opa Asal Likupang Barat Menantikan “Mujizat Tuhan”

MANADO, MANADONEWS.co.id- Pemandangan memiriskan hati sebagai sesama umat manusia terlihat jelas disalah satu emperan Ruko di Jalan Yos Sudarso, Pall Dua Manado.

Dimana gencar-gencarnya pemerintah mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 dengan anjuran Protokol kesehatan yang super ketat, namun seorang lelaki Paruh baya justru hanya tidur, makan dan (maaf) buang kotoran ditempat yang sama hanya dengan beratapkan tenda plastik seadanya pemberian orang yang merasa ibah.

Konon lelaki paruh baya yang mengaku kepada media ini bernana Hein R (58) tahun asal Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara itu, telah kurang lebih 6 bulan tinggal di emperan Ruko milik anggota Kepolisian itu secara bolak-balik.

Salah seorang IRT bernama Tante Lus dekat lokasi itu yang peduli kepada opa Hein ini menuturkan, keberadaan Opa Hein ini sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu, sehingga sejak itu banyak warga yang datang membawakan makanan dan kebutuhan lainnya.

“Waktu pertama datang Opa Hein hanya tidur beralaskan kardus, buang kotoran sembarangan dan terkena panas dan hujan secara langsung.”ungkap pedagang makanan masak itu.

Baca Juga:  Open House Natal Walikota Bitung Bernuansa Toleransi dan Kekeluargaan

Dia menuturkan, karena prihatin hampir setiap saat dia bersama warga sekitar membawakan makanan dan minuman dan memandikan Opa Hein.

“Torang ada banyak dengan cerita miring tentang kehidupan masa lalu opa ini, tapi secara manusia kasiang mo kase biar.”,katanya sambil menambahkan beberapa waktu lalu Dinas Sosial Kota Manado ada datang dan berjanji akan membaw Opa Hein, namun hingga saat ini belum dilakukan.

Kepada media ini Opa Hein mengatakan pasrah dengan keadaan yang dia alami. “Biar jo kalau dorang ndah mo urus pa kita, kalau susah jangan cari pa kita.”kata Opa dengan dialek Manadonya yang kental.

Ketika ditanyakan soal asal usul dan keluarganya, Opa Hein hanya menjawab bahwa dia warga Likupang Kabupaten Minahasa Utara.

“Opa asal dari kampung pertama di Likupang Minut”ungkap Opa dengan nada sedih.

Pantauan media ini, kondisi Opa Hein sangat memprihatinkan, kedua pergelangan kaki dekat telapak membengkak dan lokasi tempat dia melakukan semua aktivitas layaknya seorang manusia sangat kotor dan beraroma tidak mengenakan.(nando)

Baca Juga:  Kodim 1312/Talaud Gelar Touring Merah Putih