Dinilai jadi Pembeda, Jems Tuuk: Saya hanya Jalankan Amanat Undang-Undang

Manado – Punya kinerja baik selama hampir 6 tahun menjadi wakil rakyat di DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Ir. Julius Jems Tuuk mendapat apresiasi banyak pihak.

Salah-satunya datang dari Taufik Manuel Tumbelaka, pengamat politik Tumbelaka Academic Centre (TAC) yang menyebut Jems Tuuk jadi pembeda di DPRD Sulut selama satu dekade terakhir (10 tahun), sekaligus menantang putra Totabuan tersebut maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2024 mendatang.

Secara khusus Jems Tuuk berterima-kasih atas penilaian Taufik Tumbelaka. Sebagai anggota DPRD Sulut Jems Tuuk mengaku hanya menjalankan tugas sesuai amanat undang-undang.

“Saya fokus hanya menjalankan tugas sesuai tupoksi yang diamanatkan undang-undang. Itu normatif sebagai anggota DPRD yang digaji dari uang rakyat,” jelas Jems Tuuk kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Selasa (14/7/2020).

Terkait tantangan ke DPR RI di Senayan Jakarta, Jems Tuuk menyatakan sebagai kader juga petugas partai tunduk pada mekanisme partai. 

“Kami (PDI Perjuangan) punya standar dan prosedur menentukan siapa-siapa yang akan diusulkan ke kontestasi Pilkada dan Pemilu termasuk DPRD dan DPR RI. Sama sekali tidak terpikirkan saya uke Senayan,” tukas Jems Tuuk.

Baca Juga:  Absah, Pemprov Sulut Raih Predikat WTP ke- 5

Terakhir, Jems Tuuk mengatakan saat ini dia fokus untuk memenangkan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (ODSK) pada pertarungan Pilkada Sulut 9 Desember 2020 mendatang.

“Sebagai kader saya fokus untuk memenangkan ODSK lanjutkan pembangunan di Sulut,” tandas Jems Tuuk.

Sebelumnya diberitakan, anggota DPRD yang duduk di lembaga legislatif bertugas sebagai penyambung lidah rakyat kepada eksekutif.

Namun, fakta di lapangan banyak anggota dewan tidak melaksanakan fungsi sebagaimana mestinya.

Pengamat politik dari Tumbelaka Academic Centre (TAC), Taufik Manuel Tumbelaka, mengaku sudah lebih 1 dekade fokus ‘memantau’ Kantor DPRD Sulut, mulai sejak masih berkantor di bilangan Sario hingga di kantor sekarang di jalan raya Kairagi, Kota Manado.

“Dalam ‘pantauan’ saya selama ini ada beberapa wakil rakyat Sulut di DPRD Propinsi yang menarik,” jelas Taufik Tumbelaka kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Minggu (12/7/2020).

Taufik Tumbelaka menyebut salah-satu anggota DPRD Sulut yang sangat menonjol adalah Ir. Julius Jems Tuuk, wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Bolaang Mongondow Raya.

Baca Juga:  Adrianus Watung Jabat Komite Audit Bank SulutGo

“Ketua Jems Tuuk jadi sosok menonjol bukan hanya karena sikap kritis, tapi kekuatan argumentasinya, dan semua berbasis data,” ujar Taufik Tumbelaka.

Mantan aktivis mahasiswa UGM ini, melihat hal tersebut sesuatu sangat jarang dilakukan anggota DPRD Sulut selama satu dekade terakhir.

“Ketua Jems juga relatif berhasil memegang prinsip konsistensi dalam bersikap dan ini salah satu variabel yang berhasil menarik perhatian banyak pihak termasuk para jurnalis, sehingga didaulat menjadi wakil rakyat terbaik. Beliau jadi pembeda dalam satu dekade terakhir,” tukas Tumbelaka.

Ke depan, Taufik Tumbelaka menantang Jems Tuuk membawa talenta dan potensi diri ke level lebih tinggi di gedung Senayan yakni DPR-RI, Jakarta.

“Saya tunggu kiprah seorang Jems Tuuk di Senayan, Jakarta. Tepatnya, saya tantang dia untuk melangkah ke Senayan,” pungkas putra mantan Gubernur Suluttenggo dan Gubernur pertama Sulawesi Utara, FJ Tumbelaka.

Diketahui, Ir. Julius Jems Tuuk adalah legislator Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Bolmong Raya.

Jems Tuuk sudah periode kedua duduk di gedung cengkih.

Baca Juga:  Pemprov Pastikan Warga Sulut di Wamena Aman

Di periode pertama, putra Dumoga ini didaulat oleh wartawan pos DPRD Sulut sebagai anggota dewan terbaik periode 2014-2019 dan dianugerahi penghargaan Forward Award.

(YerryPalohoon)

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
2958 votes

This will close in 10 seconds