Tim Buser Polres Minahasa Ciduk DPO Pelaku Ujaran Kebencian SARA di Cimahi

TONDANO, MANADONEWS.CO.ID – Berakhir sudah pelarian RM.H Ardiansyah Soerodinodjo MM (41). Pelaku terduga ujaran kebencian bernunasa SARA di Facebook itu menyerah di tangan Tim Buser Sat Reskrim Polres Minahasa.

Pelaku yang menggunakan nama akun Hamzah Ali, diringkus di Penginapan Istana Bunga, yang berlokasi di Kabupaten Cimahi ,Jawa Barat, Rabu (22/7).

Penangkapan  terhadap pelaku beradasarkan laporan sejumlah LSM atas postingan tanggal 8 Mei 2020.

“Pelaku dinyatakan DPO sejak tanggal 10 Juni 2020,” ujar Kapolres Minahasa AKBP M Denny I Situmorang SIK, melalui Kepala Sub Bagian Humas AKP Ferdy Pelengkahu, didampingi Kepala Satuan Reskrim AKP Sugeng Wahyudi Santoso SH SIK, dalam konferensi pers, Kamis (23/07) sore.

Saat diamankan, pelaku sedang menginap bersama istrinya.

Pelengkahu menandaskan, kepada pelaku dikenakan Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45A ayat 2 Undang-undang nomor 11 tahun 2008, yang sudah diubah dengan UU nomor 19 tahun 2016, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55, 56 KUHP, dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.

“DPO ini disangkakan dalam perkara tindak pidana, di mana setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA, di mana tersangka diancam 6 tahun penjara,” tukasnya.

Baca Juga:  Jelang Perayaan Cap Go Meh Persiapan Terus Dimatangkan

Mengingat perbuatan pelaku dibantu oleh orang lain, lanjutnya, dikenakan juga Pasal 55 dan 56 KUHP.

“Karena dibantu oleh dua orang terduga pelaku lainnya, yang masih didalami penyidik Reskrim Polres Minahasa,” tuturnya.

Pelaku sendiri mengaku menyesal telah membuat postingan yang akhirnya merugikan diriya sendiri.

Iapun mengaku kalau dirinya melakukan itu atas suruhan dan arahan dua oknum yang berdomisili di Minahasa.

“Ada video yang dikirim ke saya. Saya disuruh dan diarahkan oleh dua oknum ini, yang keduanya berdomisili di Minahasa,” ujarnya kepada wartawan.

“Saya menyesal karena dihasut. Saya merasa dibodohi karena mengikuti hasutan mereka. Saya tidak tau soal sejarah Minahasa yang saya posting itu, kemudian dua oknum si penghasut ini mencarikan sejarah itu yang saya juga tidak tau kebenarannya, dikirim ke saya lalu disuruh saya posting,” ujarnya.

Pelaku menyatakan permohonan maaf pada masyarakat Minahasa.

Bersama pelaku, polisi turut mengamankan 2 buah handphone, satu KTP elektronik milik pelaku, satu lembar screenshot postingan di Facebook akun milik Hamzah Ali

Baca Juga:  Pekan Depan Pasar Beriman Wiken Ditutup Dua Hari

Yunita Rotikan

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
20 votes

This will close in 10 seconds