Program TTP Guru CEP-SSL Dinilai tak Masuk Akal

SULUT,Manadonews.co.id-.Salah satu rencana program Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut Tetty Paruntu dan Sehan Lanjar, (CEP-SSL) yang akan memberikan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) sebesar Rp 1 juta kepada 5000 guru SMA/SMK yang ada di Sulawesi Utara, dinilai sebagai sebuah program yang tidak masuk akal dan sulit untuk diwujudkan.

Demikian dikatakan Jenny Ngau, salah satu praktisi sekaligus pemerhati pendidikan di Minsel, saat menghubungi wartawan Kamis (10/9/2020) siang.

“Itu program nda jelas. Sedangkan di Minsel nda ada top utk guru SD SMP. Tenaga honor di sekolah cuma dapat 300-500rb/bln. Tunjangan sertifikasi guru yg asalnya dari pusat dan dititip di kas pemkab, sering digeser dulu utk kebutuhan lain. Banyak kali TSG dibayar terlambat,” ujar Jenny via realese Whatsapp

Jenny pun menambahkan, jika ia pernah menyuarakan agar organisasi buruh melaporkan hal tersebut ke Kejaksaan soal tidak dipenuhinya amanat Pergub tentang UMP oleh Pemkab Minsel.

“Ada ribuan yg bekerja sbg tenaga honor di seluruh SKPD dan Setda juga sekolah2 dgn gaji mulai 300rb hingga 1,5jt. Jauh dari UMP. Padahal pemkab yg bertanggung jawab memastikan semua perusahaan utk membayar UMP. Faktanya selama 9 THN menjadi Bupati Minsel, apa yang diberikan bagi para guru,” tambahnya.

Baca Juga:  PILGUB SULUT: SK - RD Dipaketkan, Janes Parengkuan Masuk Radar 02 Minahasa

Di Minsel masih menurutnya, saat ini ada 225 SD Negeri dan Swasta serta 82 SMP, yang dari realita di lapangan hampir semua sekolah masih menggunakan tenaga honor.

Bahkan ada sekolah SD yang tenaga PNS nya hanya kepsek sendiri, artinya tanpa tenaga honor, pendidikan dasar di Minsel mati suri. Ironisnya, para tenaga honor tersebut cuma digaji dengan dana bos oleh kepala sekolah sekitar 300-500 ribu setiap bulan, sedangjan tenaga honor di Setda dan SKPD masih lebih beruntung karena gajinya sekitari 1 juta -1,5 juta per bulan.
(***/stvn)

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
9 votes

This will close in 10 seconds