Cegah Korupsi, Eman: Ini Paling Utama!

TOMOHON, MANADONEWS.CO.ID – Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman, SE.Ak.CA mengikuti acara Monitoring dan Evaluasi Program Pencegahan Korupsi Terintegrasi Pemerintah Daerah di Wilayah Sulawesi Utara,bertempat di Ruang Kerja Walikota Tomohon Selasa 6/10/2020.

Wali Kota mengikuti Zoom Meeting MCP (Monitoring Center of Prevention/ Pusat Monitoring dan Pencegahan ) Korsupgah yang dilaksanakan KPK, Selasa (6/10).

Kegiatandiawali dengan pembukaan oleh Koordinator Wilayah III KPK Aida Ratna Zulaiha.

Adapun program pendukung pencegahan terintegrasi tahun 2020di Sulut yakni optimalisasi penerimaan daerah ; peran BPD dalam pe ingkatan PAD, Reviu PBJ dengan anggaran besar, pemberdayaan APIP, Kontribusi Komite Advokasi Daerah dalam PBJ berintegritas, Pendidikan Anti Korupsi. Kunci Keberhasilan Intervensi yakni Komitmen Pimpinan Puncak, Koordinasi Teknis : Sekda dan Inspektur, Support Data dari OPD terkait kepada Admin MCP, Komunikasi dengan Tim Korsupgah KPK. Seperti yang disampaikan oleh Sari.Anggraeni dari KPK.

Jimmy Eman dalam sambutannya mengatakan program Korsupgah KPK merupakan pusat monitoring dan pencegahan yang memberikan informasi capaian kinerja program koordinasi dan supervisi pencegahan yang dilaksanakan oleh seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

Baca Juga:  Disdagkop Kotamobagu Sediakan Kios Untuk Korban Kebakaran di Pasar Serasi

” Berdasarkan penyampaian KPK bahwa capaian MCP Kota Tomohon berada di posisi ke lima dengan total nilai 37.50 dari lima belas Kabupaten dan Kota serta Provinsi Sulawesi Utara yang meraih presentasi nilai tertinggi yakni 65.49. Capaian tahun 2020 ini cukup membanggakan namun saya tetap memintakan perhatian khusus delapan organisasi perangkat daerah yang masuk menjadi area intervensi. Agar supaya tetap bekerja keras dan ikhlas sambil terus menjaga dan membina koordinasi yang baik guna meraih tujuan yang diharapkan. 8 bidang MCP yakni perencanaan dan penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kapabilitas Apip, Manajemen ASN, Optimalisasi Pendapatan Daerah, Manajemen Aset & Tata Kelola Dana Desa,” papar Eman.

Guna mencegah tindak pidana korupsi di Kota Tomohon, lanjutnya, Pemkot terus mengikuti dan menindak lanjuti arahan dari KPK yang mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan.

“Termasuk perbaikan sistem regulasi, serta implementasi sistem pengelolaan yang lebih transparan dengan pe ggunaan teknologi informasi dan peran serta media lokal, aparat penegak hukum, kementerian dan lembaga terkait di pusat yang mendukung percepatan implementasi tata kelola ini,” imbuhnya.

Baca Juga:  Joval Timbuleng - Patrisia Turambi Sabet Predikat Putra Putri Tomohon 2016

Begitu juga peran semua pihak baik untuk mengawasi, mempercepat maupun mendorong perbaikan ini, katanya, menjadi sangat penting.

Wali kota juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran KPK yang selalu setia dalam melakukan pendampingan, pengawalan dan arahan dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi di Kota Tomohon.

“Karena pencegahan ini yang paling utama,” tandasnya.

Selanjutnya.Sekretaris Daerah Kota Tomohon Ir. Harold V. Lolowang, MSc memaparkan tentang realisasi kegiatan, anggaran, keuangan dan kendala yang dihadapi terkait penanganan covid-19 serta pencapaian dan kendala program pelaksanaan korupsi terintegrasi melalui MCP.

Kegiatan dilanjutkan dengan dialog dan diskusi.

Peserta kegiatan ini yakni Korwilgah III KPK, Walikota, Sekda & Kepala OPD terkait 8 bidang Pencegahan terintegrasi MCP.

Yunita Rotikan

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
3740 votes

This will close in 10 seconds