Wali Kota Kotamobagu Ikut Rakor Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 dan Penanganan Covid-19

Manadonews.co.id, Kotamobagu — Wali Kota Kotamobagu Ir Tatong Bara, Kamis (8/10) hari ini, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020 Dan Percepatan Penangananan Covid – 19 yang dilaksanakan diruangan Ck Rantung.

Rapat diikuti oleh Bupati/Walikota se- Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tersebut dipimpin langsung oleh Pjs Gubernur Sulut Dr Drs Agus Fatoni. Msi.

Menurut, Sekda Kotamobagu Sande Dodo yang turut mendampingi Walikota Kotamobagu, menyampaikan Pilkada akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 maka Pemerintah Kabupaten atau Kota yang menyelenggarakan pilkada harus menjalin kerjasama yang hormonis dan selaras untuk terwujudnya Pilkada seretak di Sulawesi Utara yang Luber, Jurdil, serta aman dari Covid-19. “Pertama, perlunya diketahui kampanye melalui media massa, media cetak, dan media elektronik, wajib mematuhi status penanganan dan pengendalian Covid-19 (PKPU Nomor 6 Tahun 2020 Pasal 57-64),”ungkap Sande.

Selain itu, Terkait debat publik diisarankan topik antara lain mengenai penanganan Covid-19 dan dampak sosial, misalnya: Peran Kepala daerah Dalam Penanganan Covid-19.“Kedua menyangkut Netralitas, ditegaskan dalam hadapi Pilkada Serentak Bupati/Walikota untuk mengajak dan menjamin ASN di Pemkab/Pemkot masing-masing, tetap menjaga netralitas,”ujarnya.

Selanjutnya yang berkaitan dengan penagananganan Covid- 19, warga masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan serta dibarengi dengan penerapan peraturan Gubernur Sulawesi Utara Nomor 60 Tahun 2020 terkait peningkataan disipilin dan penegakkan hukum protokol kesehatan sebagai upaya penegakkan dan pengendalian Covid 19 harus semakin digalakkan. “Kemudian,diwujudkan bersama Bupati/Wali Kota se Sulut untuk masyarakat yang patuh menjalakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, maupun protokol kekarantinaan dan isolasi bagi suspek dan terkonfirmasi,”jelasnya.

Dalam rakor disampaikan terkait penanganan Covid-19, per tanggal 7 oktober 2020 jumlah kasus aktif di Sulawesi Utara adalah 633 kasus atau sebesar 13,6 persen dari total kumulatif kasus sebanyak 4.652, Kasus Sembuh sebanyak 3.840 kasus atau 82,54 persen, dan ada 179 kasus kematian atau 3,84 persen akibat Covid-19. “Kondisi epidemiologic di Sulawesi Utara mulai menunjukan adanya penurunan bermakna dari sisi penambahan kasus terkonfirmasi positif harian,” pungkasnya.

Dengan dilaksanakan Rakor tersebut harapan angka penambahan kasus baru di Sulawesi Utara bisa semakin dicegah dengan peningkatan disiplin masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan

(Yyn)

Baca Juga:  KNPI Mitra Sukses Gelar Baksos di Dua Kecamatan
Tags:

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
3600 votes

This will close in 10 seconds