Selesaikan Masalah Sampah dan Pasar Tradisional, Dua Mantan Legislator Referensikan Andrei Angouw dan Richard Sualang

Manado – Masyarakat menilai visi calon Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang, soal pengelolaan sampah yang baik dan profesional merupakan suatu upaya untuk menjadikan kota Manado yang bersih dan sehat.

Program 3R (Reduce, Reuse dan Ricycle) yang menjadi program AARS adalah dalam rangka untuk mengurangi sampah dan akan memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.

Hal itu dikatakan mantan anggota DPRD Sulut, Elisabeth Lihiang, SE, dan mantan anggota DPRD Manado Roy Maramis, SH, yang dihubungi terpisah.

Menurut mereka, mengelolah sampah dengan cara menimbun dalam tanah tidak bisa lagi. Untuk menyelesaikan masalah sampah membutuhkan leadership yang kuat.

“Program AARS untuk melibatkan peran aktif dari masyarakat beserta seluruh elemen adalah bukti bahwa AARS peduli dan serius untuk menangani masalah sampah di kota Manado. Sebab itu deklarasi AARS dilakukan di TPA Sumompo beberapa waktu lalu,” kata Lihiang.

Sementara Roy Maramis menilai gerakan pengurangan sampah yang akan diterapkan di sekolah-sekolah (Eco School) juga sangat tepat, karena hal itu merupakan edukasi kepada anak-anak usia sekolah dan suatu upaya untuk menanamkan budaya 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle).

Baca Juga:  Bapenda Sulut Optimistis Capai Target PAD 2019

“Anak-anak sekolah tidak lagi membawa makanan atau minuman yang dibungkus kertas atau plastik. Sehingga tidak ada sampah di sekolah,” paparnya.

Menyinggung program AARS soal pengelolaan pasar tradisional, lanjut Maramis, harus diapresiasi karena pasar tradisional memang harus dikelolah secara profesional. Sehingga para penjual dan pembeli merasa nyaman dan sehat.

“Pasar harus bersih dan diatur sehingga para pembeli merasa nyaman. Kami menilai AARS adalah calon yang paling tepat untuk memimpin kota Manado lima tahun ke depan. Karena program-program yang disampaikan tidak muluk-muluk, dan akan diwujudnyatakan,” tambah Maramis.

Sementara itu, calon Wawali Richard Sualang menyebut masalah sampah merupakan hal utama yang sering dikeluhkan masyarakat, apalagi Manado pernah mendapat predikat salah satu kota terkotor di Indonesia.

“Kami akan memulai perjuangan dengan menata Manado lebih baik dan mulai dari TPA kami akan menata satu masalah yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Ketua DPC PDIP Manado ini menyebut, AARS ingin merefleksikan kehidupan masyarakat yang perlu ada sentuhan lewat program-program pembangunan ke depan. Artinya, jika dipercaya masyarakat Kota Manado, maka AARS akan mengedepankan kepentingan rakyat banyak.

Baca Juga:  Wenur CS terima Ranperda APBD 2018 Pemkot Tomohon

“Provinsi saat ini sedang membangun lokasi TPA regional, pekerjaan sedang berlangsung, dan membutuhkan sekitar 2 tahun ke depan sebelum bisa digunakan, pastinya akan dikelolah secara profesional, sehingga bisa menjadi fasilitas publik. Jadi, kita akan menjadikan TPA wilayah yang ramah lingkungan dan bisa menjadi tempat rekreasi serta ada taman untuk masyarakat Manado,” ungkap Penatua Pria Kaum Bapa GMIM El Manibang Malalayang ini.

(***/YerryPalohoon)

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
5624 votes

This will close in 10 seconds