Putus Hubungan dengan BPJS Kesehatan, Pemkab Minahasa Gandeng 9 Rumah Sakit

TONDANO, MANADONEWS.CO.ID – Pemkab Minahasa mengakhiri kontrak kerjasama dengan pihak BPJS Kesehatan.

Namun demikian, Bupati Dr. Ir. Royke Octavian Roring, M.Si (ROR) menegaskan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap menjadi komitmen Pemkab Minahasa.

“Per 31 Desember oleh BPJS kontrak kerjasama diputus tapi bukan berarti kita mengabaikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat seperti yang sudah menjadi komitmen kami, tetapi kami sudah mengambil langkah antisipasi dengan menandatangani kerjasama dengan sembilan rumah sakit di Minahasa, Tomohon dan Manado,” jelas Roring saat memimpin Apel Kerja Awal Tahun jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, Senin (4/1).

Sembilan rumah sakit yang dimaksud tersebut masing-masing RSUD Sam Ratulangi Tondano, RSUD Noongan Langowan, RS Budi Setia Langowan, RS Siloam Sonder, RS Bethesda Tomohon, RS Gunung Maria Tomohon, RS Mata Manado, RS Awaloei Tateli dan RSUP Prof. Kandou Manado.

“Berakhirnya kerjasama karena pihak BPJS tidak bisa memberikan kelonggaran waktu terhadap permohonan penundaan pembayaran utang iuran yang menjadi tanggung jawab Pemkab Minahasa Rp 8 miliar dari total sebelumnya Rp. 18 miliar,” jelas Bupati.

Baca Juga:  Gubernur Dukung Lembean Jadi Desa Wisata Kolintang

Dijelaskan bupati lagi, ada 42 ribu warga Minahasa sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang ditanggung pembiayaan kesehatan mereka jika berobat di 9 rumah sakit tersebut. Jumlah tersebut di luar warga yang sudah masuk program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) serta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Provinsi Sulawesi Utara.

Apel yang dihadiri Wakil Bupati, Robby Dondokambey, S.Si, Sekretaris Daerah, Frits Muntu, S.Sos bersama para asisten, pejabat eselon II, III serta camat dan hukum tua/lurah se-Tondano.

Yunita Rotikan