Walikota dan Wakil Walikota Manado yang Baru harus Selesaikan Permasalahan ‘Kronis’ Ini

Manado – Suksesi kepemimpinan melalui Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu yang menghasilkan walikota dan wakil walikota yang baru diharapkan akan memberi perubahan pada wajah Kota Manado.

Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir sampah menjadi salah-satu permasalahan kronis ibukota Provinsi Sulawesi Utara ini.

Pemerhati kota Ventje Bilusajang mengingatkan pemerintahan yang baru nanti dapat memberi perhatian lebih di bidang kebersihan.

“Perhatian dibuktikan dengan penganggaran yang memadai melalui dinas kebersihan dan instansi lainnya yang berkaitan dengan kebersihan,” ujar Ventje Bilusajang kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Senin (4/1/2021).

Ventje menambahkan, secara teknis untuk meningkatkan kualitas kebersihan kota perlu peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya petugas dan peralatan.

“Mulai dari penyapu jalan, petugas pengangkut, sopir, truk, pengawas, dan tak kalah penting pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA),” tukas dia.

Permasalah yang tak kunjung diatasi pemerintah kota, menurut jurnalis senior ini adalah peralatan pengelolaan sampah di TPA Sumompo yang sering mengalami kerusakan.

“Sebagai contoh, sekarang ini Kota Manado terutama di kawasan pasar tradisional dikepung timbunan sampah. Informasi saya dengar, sampah sering terlambat diangkat karena peralatan ekskavator di TPA sering mengalami kerusakan. Jikapun ada unit yang beroperasi jumlahnya tidak memenuhi syarat karena tidak mampu mengelola volume sampah yang banyak yang akan diangkat dari truk-truk pengangkut,” tukas Ventje.

Baca Juga:  Novie Lumowa Sebut Anak Kandung, Gerindra Serius Menangkan AA-RS

Ke depan, lanjut mantan aktivis anti korupsi ini, diperlukan sinergitas kuat antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi untuk menjamin kesinambungan pembangunan.

“Mengatasi permasalahan sampah yang sudah kronis. Bersyukur kita punya pemimpin kota dan provinsi yang baru dari satu partai yang diharapkan bisa bersinergi baik, termasuk menyelesaikan pembangunan TPA regional di Iloilo,” pungkas Ventje Bilusajang.

Diketahui, Pilkada Kota Manado 9 Desember 2020 menghasilkan pasangan walikota dan wakil walikota terpilih yakni Andrei Angouw dan Richard Sualang.

Paslon yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra ini akan menggantikan walikota Vicky Lumentut dan wawali Mor Bastiaan.

Vicky Lumentut sudah dua periode alias hampir 10 tahun memimpin Kota Manado sejak 2010 dan akan mengakhiri masa pengabdian pada 9 Mei 2021.

(JerryPalohoon)