Pemimpin Gereja Belajar dari Semut Tinggalkan Jejak Kehidupan bukan Jejak Racun

Tombulu, Manadonews.co.id – Kemiskinan adalah individu atau kelompok yang tak mampu memenuhi kebutuhan dasar yakni pangan dan sandang.

Demikian khotbah Pdt. Welly Pudihang, STh, ketika memimpin ibadah Minggu (10/1/2021) di GMIM Alfa Omega Rumengkor.

Pembacaan Alkitab sesuai MTPJ GMIM, Amsal 6: 1-11, dengan judul Berbagai-bagai nasihat.

“Penyebab utama kemiskinan adalah kemalasan di samping keterbatasan SDM dan faktor lainnya,” jelas Pendeta Welly Pudihang.

Bank Dunia memperkirakan di 2021 jumlah penduduk miskin di Indonesia akan mengalami peningkatan jadi 30 juta orang, penyebab utama adalah pandemi Covid-19.

“Gereja harus terlibat aktif membantu pemerintah ikut mengentaskan kemiskinan,” ujar Pendeta Pudihang.

Jauh sebelum serangan virus Covid-19, Alkitab telah mengajarkan cara mengatasi kemiskinan melalui nasihat Salomo yang menyontohkan semut yang rajin bekerja.

“Semut hidup dan bekerja dalam satu ekosistem yang terorganisir. Semut rela berkorban nyama demi keselamatan koloni,” tukas Pendeta Pudihang.

Meskipun tanpa pemimpin atau penguasa, semut mampu bekerja dengan baik dan terorganisir.

Antena semut punya kemampuan mencium lebih baik dari hidung manusia. Zat feromon semut yang disebarkan di tanah untuk komunikasi koloni.

Baca Juga:  Berani Jual Barito di Pasar Serasi, Ini Kata Ibu Wati !!!

“Seorang pemimpin gereja harus belajar dari semut, meninggalkan jejak jejak kehidupan, bukan jejak racun,” tegas Pendeta Welly Pudihang.

Melalui pandemi Covid-19 diharapkan dapat menyadarkan manusia betapa penting kerjasama dan saling menolong.

“Jangan habiskan waktu hanya dengan bersantai tapi gunakan waktu untuk bekerja. Sukses kita ditentukan dari pola hidup sekarang,” terang Pendeta Pudihang.

Sebagai pamungkas, Pendeta Pudihang mengingatkan jemaat untuk kembali ke cara hidup para orang tua dulu.

“Ke kebun tanam pisang, rica, bawang, kacang, ubi dan lainnya. Manfaatkan juga pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan dapur,” pungkas Pendeta Welly Pudihang.

Ibadah hari Minggu kedua di tahun baru 2021 ini, dirangkaikan dengan pelantikan panitia hari-hari besar gereja dengan ketua Stenly Lengkong, sekretaris Jefry Sumendap dan bendahara Femmy Rawung.

Ibadah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, jemaat wajib cuci tangan sebelum masuk gedung gereja, uji suhu tubuh, pakai masker dan duduk jaga jarak.

Turut hadir, Pdt. Hana Tamunu, STh, Pdt. Veronica Sendow, STeol, wakil ketua BPMJ Pnt. Jopy Warbung, sekretaris Pnt. Drs. Dolvy Palit, bendahara Sym. Dra. Meiske Pangemanan, Pelsus dan jemaat Kolom 1 hingga 14.

Baca Juga:  Khotbah Pendeta Hein Arina Soal Jumlah Anak Keluarga Kristen

(JerryPalohoon)