Di anggap Wan Prestasi, PD Pasar Manado Segel Kembali Apotik K-24 Eks Pasar Sembilan

MANADO, Manadonews.co.id-Meski PD Pasar Manado Bulan November  2020 lalu PD. Pasar Manado sudah melakukan penyegelan terhadap apotik K-24 yang berlokasi di eks pasar sembilan di jalan Sam Ratulangi, namun pihak pengelola beberapa waktu lalu membuka segel Ruko tanpa sepengetahuan Pihak PD. Pasar. Namun pihak PD Pasar yang merasa memiliki hak atas bangunan tersebut kembalimenutup paksa ruko  yang berlokasi di jalan Samrat Selasa sore(19/1/2021). sempat terjadi ketegangan dengan pihak pengelola,namun situasi bisa di redam.

Seperti di ketahui pada tahun 1995 lalu eks pasar sembilan yang merupakan milik Pemerintah Kota Manado dengan Walikota N.H Eman ketika itu, pada bulan Agustus Tahun melakukan perjanjian kerja sama P.T Multi Era Yasa dengan Direktur Meilia Handoko alias Ci’ Mei.

Perjanjian kerja sama ini tertuang  dalam HGB ( Hak guna bangunan) dimana Pemkot Manado menyediakan lahan dan pihak kedua membangun Ruko dan HGB berlaku selama 30 Tahun atau berakhir tahun 2025. Selain itu 1/6 bagian bangunan baik yang terletak lantai 1 dan 2 di bagian belakang wajib di berikan kepada PD. Pasar.

Baca Juga:  Jika Tahapan Dimulai Pekan Depan, Ferry Liando Ingatkan Dua Potensi Masalah Besar Ini

Dan pada pasal 4 ayat 2 di sebutkan
pihak kedua dalam hal ini PT.Multi Era Yasa berhak untuk mengalihkan atau menjual HGB baik sebagian atau seluruhnya kepada pihak dengan di ketahui Pemkot Manado dalam hal ini pihak PD Pasar.
 
Dirut PD Pasar melalui Kabag Pengawasan dan Penertiban Eva Pedah ST, MSi, Pihak Apotik K-24 selaku pihak Ketiga yang melakukan wan prestasi karna tidak melakukan kewajiban sesuai isi perjanjian bahwa ketika ada pengalihan  jual beli HGB, maka pihak kedua dan ketiga harus membayar sepuluh persen dari jumlah sudah di tentukan, namun hingga saat ini mereka belum memenuhi kewajibannya. Atas dasar itulah pihak PD. Pasar Melakukan Penyegelan.

“Dalam KUHP Pasal 232 ayat (1) jelas di atur Barangsiapa dengan sengaja memutuskan, membuang atau merusak penyegelan suatu barang leh atau atas nama penguasa umum yang berwenang, atau dengan cara lain menggagalkan penutupan dengan segel, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan,” ujar Kabag Pengawasan dan Penertiban Eva Pedah ST, MSi.

Baca Juga:  Polda Kaget, Ribuan Warga Sulut Spontan Gelar Aksi Sejuta Lilin untuk Ahok

Sementara itu Erwin selaku perwakilan pihak pengelola Apotik K-24 mengatakan pihaknya bersikukuh mengatakan dalam melakukan proses jual beli melalui akte yang di buat oleh Notaris bukan dengan Ci’ Mei di bawa tangan.

“Kalau melalui Akte Notaris itu berarti melalui hukum yang berlaku di mana sudah di cek kebenarannya di BPN apakah tanah ini bermasalah atau tidak. Jadi kalau Notaris berani mengeluarkan akte jual beli, berarti ini secara Hukum adalah Legal, dalam arti transaksi ini tidak bermasalah, namun dari pihak PD Pasar ngotot mempunyai perjanjian dengan PT.Multi Era Yasa, namun perjanjian ini hanya di sampaikan secara lisan,” pungkas Erwin.

(Ben)

Tags: