Resmi Dilantik Presiden Jokowi, Ferry Liando Sebut Tiga Tugas Awal yang harus Dilakukan Olly-Steven

  • Whatsapp

Manado – Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (ODSK) dilantik dan diambil sumpah/janji oleh Presiden RI Joko Widodo sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara periode 2021-2024, bertempat di Istana Merdeka Jakarta, Senin (15/2/2021) pagi.

Pelantikan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw bersamaan hari dengan pelantikan beberapa pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur lainnya menggunakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Bacaan Lainnya

Pakar politik Ferry Daud Liando, menyampaikan tiga tugas awal yang harus dilakukan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw pasca dilantik untuk periode kedua memimpin Sulut.

Pertama, konsolidasi. Sebab, tidak semua elemen masyarakat mendukung Olly-Steven pada Pilkada 2020. Olly-Steven hanya didukung 57,10 persen suara, artinya ada 42,90 persen masyarakat Sulut tidak memilih Olly-Steven.

Masyarakat Sulut yang tidak memililih Olly-Steven harus dikonsolidasi. Sebagus apapun program ODSK namun jika tidak didukung oleh sebagian masyarakat maka program itu tidak akan optimal.

Baca Juga:  Jika Andrei Angouw Ditugaskan ke Manado, Ini Kandidat Ketua DPRD Sulut

“Kemudian bangun komunikasi politik dengan semua fraksi di DPRD. Sebab, tak semua fraksi mendukung ODSK,” ujar Ferry Liando kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Senin (15/2/2021).

Kedua, membentuk kelembagan birokrasi yang kuat. Sebagus apapun program Olly-Steven jika tidak didukung birokrasi yang kuat maka akan tidak ideal. Birokrasi mesin kerja pemerintah. Jika mesin tak bagus maka tata kelola pemerintahan tak akan maksimal.

“Harus pilih ASN yang profesional. Tidak juga selamanya salah memilih birokrat yang memiliki andil saat kampanye, namun yang harus diutamakan adalah kapasitas dan kejujuran,” tukas sosok yang sering dipercayakan sebagai tenaga ahli penyelenggara Pemilu ini.

Ketiga, membangun sinergitas dengan pemerintah kabupaten dan kota. Banyak program pemerintah provinsi tidak berjalan maksimal karena tak mendapat dukungan pemerintak kabupaten dan kota.

Selama ini pemerinah kabupaten/kota tidak merasa bahwa pemerintahan provinsi sebagai atasan. Sebagain besar langsung berurusan dengan pemerintah pusat. Ini proses tata kelola yang mengambat.

“Hanya dengan tiga cara ini ODSK akan mampu melakukan pencegahan penularan Covid-19, memberikan pelayanan yang maksimal terhadap pasien dan memastikan kebutuhan ekonomi tidak terganggu dari dampak Covid-19,” pungkas akademisi Unsrat yang tergabung dalam Konsorsium Tata Kelola Pemilu ini, sambil mengucapkan selamat atas pelantikan Olly-Steven sebagai pemimpin Sulut periode kedua 2021-2024.

Baca Juga:  Lantik 171 ASN dalam JFT, Wagub Steven Kandouw Bicara 'Reward and Punishment'

(JerryPalohoon)

Pos terkait