Kapitalaung Bawongkulu Satu Mengaku Belum Ada Penyerahan Gedung Bambu Batik ke Pemerintah Kampung

TAHUNA, MANADONEWS.CO.ID – Keberadaan Gedung Bambu Batik yang tekah selesai dibangun tahun 2019 silam namun hingga kini belum difungsikan mulai dipertayanakan sejumlah pihak.

Jika para pengrajin, ada yang mengaku belum menempati gedung lantaran ada kerusakan dalam bangunan, dalam hal ini plafon, yang bisa saja mengancam jiwa mereka, status gedung yang belum juga dilakukan penyerahan pun menjadi polemik.

Kapitalaung (Kepala Desa) Bowongkulu Satu Kecamatan Tabukan Utara (Tabut) Fadli Manossoh menjelaskan gedung belum bisa dimanfatkan lantaran belum ada penyerahan dari Pemkab ke Pemerintah kampung.

“Saya tidak bisa berkomentar lebih karena gedung ini, statusnya belum jelas. Hingga kini belum diserahkan kepada pemerintah Kampung,” ujar Fadli dihubungi via ponsel, Senin (2/3).

Lanjutnya, pemerintah Kampung penggunaan gedung hanya sebatas meminjam saat ada kegiatan musyawarah Kampung.

Diketahui Gedung Bambu Batik dikerjakan menggunakan dana dari APBD Sangihe senilai Ro. 6.199.260.275 dengan pelaksana CV Jaya Bersama. Pengerjaan telah ramoung tahun 2019 silam dan teah diresmikan oleh Bupati Jabes Gaghana tanggal 31 januari 2020

Baca Juga:  Olly Buka Pencanangan Rangkaian Kegiatan HUt Proklamasi dan HUT Provinsi

Riko Takaonselang