Terima Audiensi JETRO, Kepala Bappenas Tegaskan Soal SDM dan Transformasi Digital

Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, menerima audiensi JETRO yang dilakukan secara virtual pada, Senin 8 Maret 2021. Pertemuan tersebut membahas tentang kondisi bisnis perusahaan Jepang di Asia dan Oseania.

Dalam audiensi tersebut, tim JETRO memaparkan hasil survei, yang telah selesai dilakukan pada beberapa bulan yang lalu.

Menanggapi pemaparan tersebut, pertama-tama Menteri mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi hasil survei tersebut.

“Terima kasih atas hasil survei yang sangat menarik. Saya setuju bahwa pekerjaan rumah kita adalah meningkatkan produktivitas. Program pengembangan kami kini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan transformasi digital meliputi informasi teknologi dan infrastruktur TIK. Program-program tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perekonomian kita,” ucap Menteri.

Lebih lanjut, Menteri menggarisbawahi bahwa Jepang telah menjadi salah satu mitra dagang utama Indonesia. Ekspor Indonesia ke Jepang selama tahun 2020 mencapai 14,62% dari total ekspor, namun kontribusi ekspor ke Jepang terhadap total ekspor belakangan ini semakin menurun.

“FDI dari Jepang selama ini didominasi oleh industri manufaktur. Namun sejak 2018, FDI yang masuk ke Indonesia dari Jepang didominasi oleh sektor tersier. Kami berharap ke depannya semakin banyak FDI Jepang di sektor manufaktur yang masuk ke Indonesia,” ujar Menteri.

Baca Juga:  Perkuat Ketahanan Pangan melalui Kebijakan Food Estate, Apa Itu?

Menteri menambahkan, hingga tahun 2019, terdapat lebih dari 1000 perusahaan Jepang di Indonesia dari berbagai sektor. Karena PM Shinzo Abe berencana mendanai relokasi perusahaan Jepang di China, Indonesia harus memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan investasi Jepang di Indonesia dan mendukung relokasi perusahaan Jepang di China ke Indonesia. Pemerintah bisa bekerja sama untuk ini.

“Kami memiliki banyak peluang investasi di Indonesia yang dapat ditawarkan kepada perusahaan Jepang, seperti sektor manufaktur di beberapa kawasan industri di Tanah Air, infrastruktur transportasi termasuk pelabuhan laut, serta ibu kota baru di Kalimantan Timur,” tutup Menteri.

(JerryPalohoon)