Bahas Penanganan Covid-19, Wagub Sulut Terima Arahan Presiden Jokowi

Manado, MANADONEWS –
Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven O.E. Kandouw mengikuti Rapat Koordinasi Kepala Daerah secara virtual, Rabu (28/4) di Ruang C.J. Rantung, Kantor Gubernur.

Pada kesempatan itu, Kandouw menerima arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi). Presiden Jokowi dalam sambutannya menyampaikan dua hal penting. “Yakni berkaitan dengan Covid-19 dan ekonomi,” ungkap Jokowi.

Mantan gubernur DKI Jakarta ini menyentil masalah pandemi di India. “Kenapa Covid-19, karena kita tahu perkembangan Covid-19 di India. Di India di bulan November menuju ke Oktober November dan Januari berhasil melandaikan curvanya dan kuncinya adalah mikro lockdown. Sehingga kita adopsi di tempat kita menjadi PPKM skala mikro, saat itu di India berhasil menurunkan hingga 10.000 kasus perhari,” jelas Presiden.

Belajar dari India, Presiden meminta kepala daerah untuk terus memperhatikan terkait penyebaran Covid-19. Di mana, terjadi lonjakan yang besar dengan menyentu angka 350 ribu kasus aktif perhari.

“Ini yang menjadi kehati-hatian kita semuanya, sekecil apapun kasus aktif yang ada di Provinsi dan di Kabupaten/Kota yang bapak, ibu pimpin jangan kehilangan kewaspadaan. Ikuti angka-angkanya atau kurva-kurvanya, ikuti harian dan begitu naik sedikit segerakan untuk ditekankan kembali agar terus menurun,” kata Presiden.

Baca Juga:  Resmi Mendaftar Balon Wabup Minahasa, Jenny Mumek: Saya Siap!

Presiden juga mengingatkan soal libur panjang yang kian dekat. Diketahui, pada tahun lalu ada empat libur panjang yang kenaikannya sangat melompat. Libur Idul Fitri tahun  naik sampai 93 persen, libur Agustus tahun naik sampai 119 persen, libur Oktober naik 95 persen dan libur tahun baru naik 78 persen. “Hati-hati dengan menjelang libur panjang,” kata Presiden.

Presiden juga menyampaikan kaitan  dengan ekonomi dan melihat kondisi yang yang harus dikerjakan kerjakan untuk menekan lajunya penyebaran harian kasus Covid-19.

”Bulan Maret dan April ini sudah kelihatan ekonomi sudah hampir menuju pada kondisi normal, sehingga target kita secara nasional di tahun 2021 ini target pertumbuhan ekonomi kita 4,5 sampai dengan 5,5 persen itu bisa kita capai dan itu dimulai sangat tergantung sekali pada pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun 2021,” tuturnya.

Artinya, bagi dia, bulan April, Mei dan Juni sangat menentukan. “Kalau kita bisa menekan Covid-19-nya tanpa membuat goncangan di ekonomi maka inilah sebuah keberhasilan dan target kita kurang lebih 7 persen harus tercapai, kalau itu bisa tercapai maka untuk kuartal yang berikutnya lebih memudahkan,” harapnya.

Baca Juga:  Gelar Ibadah Paskah di Rudis, Keluarga Bupati Minahasa Syukuri HUT Sang Putra

Presiden juga mengajak kepada seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota mempercepat belanja Pemda.

“Belanja APBD segerakan, karena angka-angka yang saya lihat yang tinggi itu baru belanja pegawai tetapi juga baru di angka 63 persen. Belanja modal per maret baru 5,3 persen, padahal yang namanya perputaran uang disebuah daerah itu sangat menentukan pertumbuhan ekonomi. Saya sudah sampaikan kepada Mendagri untuk mengingatkan semua daerah agar mensegerakan belanja APBD, baik itu belanja aparatur dan belanja modal,” tukasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, jajaran Forkopimda Sulut dan Sekdaprov Sulut Edwin Silangen.(Youngky)