Caroll Senduk: Pungli Perlu Diberantas secara Tegas

TOMOHON, MANADONEWS.CO.ID – Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk SH menandaskan praktek pungutan liar (Pungli) telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Sehingga perlu upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien dan mampu menimbulkan efek jera,” tegasnya saat .membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli), Kamis (29/4), bertempat di kantor Inspektorat Kota Tomohon.

Pemberantasan terhadap aksi – aksi Pungli, kata Wali Kota, dapat ditempuh antara lain melalui tiga strategi dalam pelaksanaan kegiatan saber pungli yaitu pembinaan, pencegahan dan penegakan hukum.

Pada bagian lain, Wali Kota Caroll Senduk mengatakan, menindaklanjuti kebijakan pemerintah dalam upaya pencegahan dan pemberantasan pungutan liar, yang juga merupakan amanat dari Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar, maka di era reformasi ini pemerintah sebagai penyelenggara negara dituntut memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan pelayanan yang bebas dari praktik pungutan liar.

“Namun tak dapat dipungkiri di beberapa tempat masih ditemukan adanya praktik pungutan liar yang justru dilakukan oleh aparat pemerintah bahkan tidak sedikit yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh penegak hukum, karena kedapatan menerima imbalan yang tidak sesuai dengan ketentuan atas suatu pelayanan yang diberikan,” papar Wali Kota.

Baca Juga:  Garuda Indonesia Cabang Manado Tampilkan "Kartini Jaman NOW"

Adapun tiga tujuan saber pungli yaitu  tertanggulanginya praktek pungli yang dilakukan oleh aparatur negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat; terbangunnya perubahan mindset aparatur negara dalam pelayanan masyarakat dengan prinsip zero pungli namun tetap mengutamakan pelayanan prima; terbangun dan terciptanya sikap tegas dan kesadaran masyarakat menolak segala bentuk pungli serta mematuhi aturan yang berlaku.

Imbuhnya, sasaran dari kegiatan saber pungli yaitu pada : (1) sektor pelayanan publik; (2) kegiatan eksport import; (3) penegakan hukum; (4) perijinan; (5) kepegawaian; (6) pendidikan; (7) pengadaan barang dan jasa; dan (6) kegiatan pungli lainnya yang meresahkan masyarakat.

“Saya sangat mengharapkan adanya kontrol ketat dari atasan dan sistem pengawasan yang dapat memperkecil celah pungutan liar,” katanya.

Sistem yang dimaksud, imbuhnya, yaitu sistem pelaporan oleh masyarakat, dengan membuka kanal-kanal komunikasi, dan diharapkan masyarakat tidak ragu lagi melaporkan kegiatan yang tidak sesuai peraturan atau harapannya.

“Saya berharap agar seluruh jajaran pemerintah Kota Tomohon untuk terus melakukan sosialisasi aturan yang berlaku kepada masyarakat. Sehingga tidak ada aparat, masyarakat dan pemerintah di kota tomohon yang kedapatan melakukan praktek pungli,” ucapnya.

Baca Juga:  BNPB Imbau Masyarakat Tetap Waspada Bencana Selama Lebaran

Harapan lainnya, semoga unit satuan tugas sapu bersih pungutan liar Kota Tomohon akan terus eksis melaksanakan kegiatan dalam rangka pencegahan dan pemberantasan pungutan liar.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut SE, Wakapolres Tomohon Kompol Agnes Turambi SE sebagai Ketua Pelaksana Unit Satgas Saber Pungli Kota Tomohon, Kajari Tomohon diwakili oleh Kepala Seksi Pidana Umum Dapot Manurung SH, Dandim 1302 Minahasa diwakili oleh Danramil Tomohon Kapten Infanteri Djuris Sahese, jajaran pemerintah Kota Tomohon dan undangan. 

Tags: