LPMP Sulut Gelar Mapalus Pendidikan, Bentuk Forkompimdikda

Manado, MANADONEWS –
Mapalus Pendidikan kembali bergulir di tahun 2021. Kegiatan yang dilaksanakan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Utara (Sulut) berlangsung 30 April sampai 1 Mei di Hotel Four Point Manado.

Pada babak pertama tahun 2020, gerakan Mapalus Pendidikan yang ditandai dengan penandatanganan piagam Inisiatif Mapalus. Pencanangan ini bertujuan, semua pemangku kepentingan pendidikan untuk dapat saling membantu dan bekerja sama dalam dunia pendidikan apa lagi ditengah pandemi COVID-19. 

Sebagai kegiatan lanjutan, Mapalus Pendidikan kali ini membentuk Forum Komunikasi Pimpinan Pendidikan Daerah (Forkompimdikda). Hal ini dalam rangka jejaring kemitraan dalam penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan di Sulut.

Pada kesempatan itu pula, LPMP selaku unit Pelaksana Teknis Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan penghargaan kepada pemerintah khususnya di 3 kabupaten/kota.

Masing-masing, Kota Manado, Kota Bitung dan Kabupaten Bolaang Mongondouw Timur (Boltim). Penghargaan tersebut atas dukungan dan komitmen dalam melaksanakan program sekolah penggerak.

Acara yang diawali buka puasa bersama dengan tetap dilaksanakan protokol kesehatan protokol kesehatan covid-19. Para hadirin, peserta dan tamu undangan juga terhibur dengan Tarian Kabasaran siswa-siwi SD Negeri Pineleng.

Baca Juga:  Giliran Warga Manado 'Disentuh' Vanda Sarundajang

Selanjutnya, tiba pada saat poin paling penting dari kegiatan tersebut, yakni penandatangan deklarasi pembentukan Forkompimdikda para stakekoulder pendidikan. Masing-masing kepala LPMP, rektor-rektor universitas, kepala dinas provinsi Sulut, hingga kepala dinas pendidikan se-15 kabupaten/kota.

Direktur Jenderal Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kemendikbud Bapak Jumeri yang diwakili oleh Dr. Katman, M.A. memuji inisiasi LPMP Sulut.

“Sangat luar biasa yang bisa ditindaklanjuti dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan,” kata Karman dalam sambutannya.

Menurutnya, mapalus menjadi salah satu mekanisme yang baik untuk menyelesaikan atau menjadi solisi masalah-masalah dalam dunia pendidikan saat ini.

“Terutama dalam masa pandemi covid-19. Isu-isu faktual, pendidikan yang tidak mampu diselesaikan LPMP seorang diri, bisa menjadikan mapalus sebagai solusi masalah tersebut,” ungkapnya.

Bahkan, Karman menyebut, Mapalus Pendidikan telah mendahului inisiasi pemerintah pusat.

“Atau dari pemerintah pusat belum memencat tombol namun Mapalus Pendidikan telah lebih dulu mengumpulkan para pemimpin-pemimpin pendidikan. Ini inisasi yang sangat baik,” tuturnya.

Dia berharap, Mapalus Pendidikan mampu membawa Sulut ke arah peningkatan SDM unggul yang diawali dengan pendidikan.

Baca Juga:  Bawaslu Warning Tidak Ada Aktivitas Kampanye Pada Masa Tenang

“Apapun sekarang yang kita mulai, semua berangkat dari pemahaman bersama kondisi pendidikan yang akan diselesaikan,” sebut dia.

Sementara itu, Kepala LPMP Sulut Febry Dien mengatakan, selama ini, kebijakan-kebijakan baik dari Kemendikbud, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi bias karena masing-masing bekerja sendiri-sendiri.

“Setiap pihak bekerja menurut aturannya sendiri. Padahal, pendidikan harus dikerjakan bersama. Karenannya, LPMP Sulut menginisiasi mengumpulkan,” ungkapnya.

Kenapa LPMP? Karena kalau pemerintah kabupaten/kota mengurusi sesuai kewenangan SD dan SMP. Pemerintah provinsi menangani SMK, SMA dan SLB. Sementara Unima, Unsrat, Politeknik, IAIN, IAKN menangani pendidikan tinggi.

“Mapalus sebagai jejaring diperlukan. Di tahap pertama tahun 2020, baru pada tingkat kabupaten/kota. Tahun ini kita tingkatkan dengan tingkat level provinsi. Stakehoulder yang melakukan penandatangan pertama kita undang kembali agar ada kolaborasi. Jadi Mapalus Pendidikan babak kedua sebagai melengkapi atau babak akhir dalam penyusunan konsep mapalus,” beber dia.

Bahkan, lanjutnya, saat ini ditandatangani deklarasi pembentukan Forkompimdikda. Forum ini adalah sebuah konsep tentang mempersatukan pimpinan-pimpinan pendidikan daerah.

Baca Juga:  Lima Parpol Tidak Ikut Pileg Di Minsel

“Supaya tidak terpecah belah. Jadi kebijakan pendidikan pasti satu dan disamakan. Karenanya, Forkompimdikda ini akan disosialisasikan di 15 kabupaten/kota,” ujarnya.

Dien menjelaskan juga terkait struktur Forkompimdikda.”Dalam struktur, akan diatur sesuai eselon masing-masing pejabat. Rektor-rektor universitas negeri yang notabene eselon 1 akan menjadi ketua dan wakil ketua bersama kepala dinas provinsi, sekretaris kepala LPMP dan anggota seluruh kepala dinas pendidikan di 15 kabupaten/kota,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Olly Dondokambey yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut Grace Punuh, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, Chatarina Muliana Girsang (virtual), Prof Dr Deitje Adolfien Katuuk MPd, Rektor Delmus Puneri Salim S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D, Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Pendidikan Anneke Areros, perwakilan Unsrat, perwakilan IAKN serta para kepala dinas pendidikan di 15 kabupaten/kota se-Sulut.(Youngky)