Penginjilan GMIM tidak hanya di Tanah Minahasa

  • Whatsapp

Tombulu, Manadonews.co.id – Setelah kematian Yesus Kristus murid-muridNya tercerai berai, bahkan ada yang kembali ke kampung halaman.

Demikian khotbah Pdt. Hana Ireine Tamunu, STh, ketika memimpin ibadah Minggu (9/5/2021) pagi, di jemaat GMIM Alfa Omega Rumengkor.

Bacaan Lainnya

Pembacaan Alkitab, Matius 28: 16-20, dengan judul “Perintah untuk memberitakan Injil”.

“Ketika Yesus mati di kayu salib, mereka mengalami syok, antara percaya dan tidak percaya, serta tidak bisa menerima kenyataan,” tukas Pendeta Hana.

Padahal, sebelum disalibkan hal tersebut sudah diingatkan Yesus kepada murid-muridNya.

“Kebangkitan Yesus memulihkan dan meneguhkan kembali iman mereka,” terang Pendeta Hana.

Amanat agung sifatnya berkelanjutan. Suatu relasi yang dibangun Yesus bersama murid-muridNya sebagai misi besar. Yesus telah bangkit!

“Yesus tidak lagi menggunakan mahkota berduri dan mengayunkan kekuasaan. Tapi, Dia adalah Raja seluruh bangsa,” jelas Pendeta Hana.

Baca Juga:  Khotbah Minggu: Kelompok Domba tidak Pernah Mencatat Perbuatan Baik Mereka

Yesus telah menerima kuasa dari surga, serta di bumi. Yesus memerintahkan untuk pergi, jadikan semua bangsa muridNya.

GMIM perlu memperhatikan penginjilan bukan hanya di tanah Minahasa. GMIM perlu memperhatikan gereja-gereja di provinsi tetangga, misalnya di Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

“GMIM memiliki banyak pendeta. Bahkan, di jemaat tertentu punya empat pendeta. Beritakan Injil hingga pelosok bumi,” pungkas Pendeta Hana Tamunu pada ibadah yang mengambil tema ‘Jadilah Duta Kristus’.

Ibadah mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yakni wajib cuci tangan dan uji suhu tubuh sebelum masuk gedung gereja, pakai masker dan duduk jaga jarak.

Hadir Ketua BPMJ Pdt. Welly Pudihang, STh, Pdt. Veronica Sendow, S.Teol, orientator Eunike Sumenge, S.Th, wakil ketua BPMJ Pnt. Yopy Warbung, sekretaris Pnt. Drs. Dolvy Palit, bendahara Sym. Dra. Meiske Pangemanan, Pelsus dan jemaat Kolom 1 hingga 14. (JerryPalohoon)


Pos terkait