Guntur Romli ‘Buka Rahasia’ Hubungan Medsos dan Penyebaran Ideologi Transnasional

  • Whatsapp

Jakarta, Manadonews.co.id – Mohamad Guntur Romli, aktivis Jaringan Islam Liberal, mengatakan bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan trans nasional radikal.

Hal tersebut dikatakan Guntur Romli pada diskusi dengan tema “Tantangan Ideologi Pancasila” yang dilaksanakan Rumah Kebudayaan Nusantara (RKN), Sabtu (5/6/2021).

“Kita menghadapi tantangan ideologi transnasional radikal sangat gencar dan bahkan tidak bisa dihalangi karena adanya kemajuan teknologi,” jelas Guntur Romli.

Romli menambahkan, penyebaran paham radikal seperti ISIS sejak 2011 sudah gencar menggunakan sosial media.

“Penyebaran paham ISIS dari tahun 2011 melancarkan propaganda melalui media sosial dan menarik simpati dunia dengan media sosial,” tutur Romli.

Dulu masyarakat belum sadar akan bahaya media sosial. Ini ancaman yang sudah terjadi, dan setelah sadar baru ada pembatasan di media sosial.

“Ada gerakan transnasional di Indonesia yang dibubarkan pada tahun 2017 yaitu hisbutahrir Indonesia yang juga melakukan propaganda melalui media sosial,” tukas Romli.

Ancaman transnasional radikal sudah terbukti baik dalam tindakan kekerasan seperti terorisme atau politik radikal yang ingin merubah Pancasila, UUD 1945.

Baca Juga:  Pelantikan Yasti-Yanni Dipastikan Mulus

“Mereka bergerak melalui media sosial karena kalau demo akan ada batasannya. Ponsel pintar juga sangat dekat dengan masyarakat,” pungkas Romli juga merupakan cendekiawan muda Nahdlatul Ulama ini. (JerryPalohoon)


Pos terkait