Khotbah Pendeta Hana Tamunu: Saatnya Nanti Tuhan akan Menagih..

  • Whatsapp

Tombulu, Manadonews.co.id – Bisakah dipercaya bahwa hal kerajaan surga seperti seorang tuan atau orang kaya yang menitipkan harta kekayaannya kepada pembantu atau pelayan rumah?

Dijelaskan Pdt. Hana Ireine Tamunu, S.Th, ketika memimpin ibadah Minggu (6/6/2021) pagi, di jemaat GMIM Alfa-Omega Rumengkor, cerita tersebut terkesan tidak masuk akal.

Bacaan Lainnya

Pembacaan Alkitab, Matius 25: 14-30, dengan judul Perumpamaan tentang talenta.

“Kisah atau cerita perumpamaan yakni cara pengajaran yang menggunakan perbandingan. Kisah yang diceritakan mengandung arti dan pesan melampaui dari cerita yang diceritakan,” ujar Pendeta Hana Tamunu.

Yesus Kristus terampil menggunakan perumpamaan. Selalu menggunakan kisah perumpamaan mengajarkan banyak orang termasuk kepada para muridNya.

“Kisah perumpamaan yang diajarkan Yesus cenderung untuk menggugah hati,” terang Pendeta Hana.

Perumpamaan hal kerajaan surga menceritakan seorang kaya yang memercayakan harta kekayaan kepada hambanya masing-masing sesuai jumlah atau talenta yang berbeda.

Baca Juga:  Apresiasi Keberanian Masyarakat, Jems Tuuk Desak Bagian Tipikor Polda Sulut Seriusi Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa

“Jika dikonversi dengan nilai uang sekarang maka harta yang dipercayakan si tuan itu kepada hamba-hambanya berjumlah hingga miliaran rupiah,” tukasnya.

Menurut Pendeta Hana, tuan itu ingin menguji dari ketiga hambanya siapa yang mampu melaksanakan tanggungjawab dengan baik.

Hamba yang berhasil melipatgandakan talenta diberikan apresiasi. Bagi yang mampu melaksanakan perkara kecil akan diberikan kepercayaan untuk melaksanakan perkara yang besar.

“Masing-masing pribadi manusia diberikan Tuhan talenta sesuai kemampuan. Saatnya nanti Tuhan akan menagih hasil dari talenta yang dipercayakan,” kata Pendeta Hana.

Hendaklah setiap orang percaya selalu menyadari bahwa Tuhan sudah memberikan talenta khusus.

“Bermacam-macam talenta diberikan Tuhan kepada hamba-hambaNya, talenta mengajar, memimpin, menggembalakan, bernyanyi, main musik, melukis, dan lain sebagainya,” tutur Pendeta Hana.

Telenta harus digunakan secara baik dan bersungguh-sungguh bagi Tuhan bukan untuk kepentingan diri sendiri.

“Penatua dan Syamas akan mengakhiri periode pelayanan, jangan berhenti di tengah jalan. Selesaikan tugas dan kepercayaan hingga selesai dengan penuh sukacita,” pungkas Pendeta Hana Tamunu.

Baca Juga:  Tetty Tetapkan 9 Juli 2017 Pengucapan Syukur Minsel

Ibadah mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yakni jemaat wajib cuci tangan dan uji suhu tubuh sebelum masuk gedung gereja, pakai masker dan duduk jaga jarak.

Hadir Ketua BPMJ Pdt. Welly Pudihang, S.Th, Pdt. Veronica Sendow, S.Teol, Vikaris Pdt. Theofanny Maria Maramis, S.Th, orientator Eunike Sumenge, S.Th, wakil ketua BPMJ Pnt. Yopy Warbung, sekretaris Pnt. Drs. Dolvy Palit, bendahara Sym. Dra. Meiske Pangemanan, Pelsus dan jemaat Kolom 1 hingga 14. (JerryPalohoon)

Pos terkait