Begini Cara Meningkatkan Nilai Tukar Petani

  • Whatsapp

Manado – Pemerintah terus berupaya meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) bagian dari ketahanan ekonomi nasional.

Nilai Tukar Petani merupakan salah satu indikator dalam pembangunan sektor pangan dan pertanian dalam RPJMN 2020-2024.

Bacaan Lainnya

Juga salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kemampuan atau daya beli petani serta daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi.

Demikian yang dibahas dalam pertemuan tingkat menteri di Jakarta yang dihadiri secara fisik Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, Kamis (10/6/2021).

Hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah Sasaran Nilai Tukar Petani.

Melalui pesan tertulis yang diterima wartawan Manadonews.co.id, Jumat (11/6/2021), terungkap bahwa NTP merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima (It) dan dibayar (Ib) petani, dimana jika nilai NTP lebih dari 100 maka dapat diartikan bahwa pendapatan petani lebih besar dari pengeluarannya.

Baca Juga:  Penting! Bappenas Keluarkan Tiga Rekomendasi untuk Pengembangan UMKM

Indeks harga yang diterima petani sangat dipengaruhi oleh kebijakan produksi pertanian dan kebijakan harga produksi pertanian. Sementara indeks harga yang dibayarkan petani sangat dipengaruhi oleh kebijakan subsidi atau harga BBM, pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan,dan kebijakan subsidi atau harga input produksi pertanian.

Menteri Suharso mengatakan, dalam upaya pencapaian target peningkatan NTP diperlukan strategi jalur ganda yang terdiri dari beberapa hal.

Pertama, menurunkan biaya produksi usaha tani dengan program padat karya, dukungan intensif sarana produksi, mekanisasi pertanian, dukungan efisiensi produksi pertanian, dan dukungan jaminan program sosial bagi keluarga petani seperti pangan, pendidikan, serta kesehatan.

Kedua, meningkatkan akses pasar dan distribusi produk pertanian, maksimalisasi sistem rantai dingin, hilirisasi nilai tambah, penetapan harga acuan, pembentukan korporasi petani dan membangun kondisi pasar pertanian yang adil bagi produsen dan konsumen. (JerryPalohoon)

Pos terkait