Puji Keseriusan AA-RS, Taufik Tumbelaka Minta Walikota Umumkan Nama-nama Kepala SKPD dan Anggota DPRD yang belum Divaksin

  • Whatsapp

Manado – Pemerintah sangat serius mengatasi penyebaran Covid-19 di Kota Manado.

Pemkot dipimpin Walikota Andrei Angouw dan Wawali Richard Sualang (AA-RS) melaksanakan program Vaksinasi Hebat yang menargetkan 350 ribu warga Manado tuntas divaksin hingga Oktober 2021.

Bacaan Lainnya

Program vaksinasi massal ini mendapat dukungan pengamat politik dan pemerintahan dari Tumbelaka Academic Center (TAC), Taufik Manuel Tumbelaka.

“Program vaksinasi ini patut mendapatkan dukungan seluruh masyarakat Kota Manado tak terkecuali,” jelas Taufik Tumbelaka kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Kamis (24/6/2021).

Namun keseriusan AA-RS membebaskan Manado dari Covid-19, menurut Tumbelaka, wajib disertai komitmen yang sama oleh jajaran pemerintahan kota.

“Komitmen yang saya maksud, seluruh jajaran pemerintahan mulai dari anggota DPRD, kepala-kepala SKPD, pejabat dan ASN di lingkungan pemerintah kota berada di garda terdepan program vaksinasi,” tukas Tumbelaka.

Baca Juga:  Pengusaha dan Pedagang Respons Positif Program Jitu Andrei Angouw dan Richard Sualang, Ini Kata Mereka

Mantan aktivis mahasiswa Universitas Gadja Mada (UGM) Yogyakarta ini, menyesalkan jika sosialisasi dan ajakan massif yang dilakukan AA-RS justru tidak dilakukan oleh DPRD dan jajaran pemerintah kota.

“Misalnya, saya mendengar pak Wali sempat mengungkapkan masih banyak anggota DPRD belum divaksin. Mereka seharusnya menjadi contoh, terkecuali yang memiliki riwayat penyakit tertentu yang secara medis belum bisa divaksin,” kata Taufik Tumbelaka yang sesuai pantauan wartawan sudah divaksin 2 kali ini.

Sehingga, Taufik Tumbelaka menantang Walikota Andrei Angouw mengungkapkan ke publik nama-nama pejabat yang hingga hari ini belum divaksin.

“Bisa diumumkan ke publik karena pak Wali pasti punya datanya, terutama anggota DPRD dan kepala-kepala SKPD untuk menimbulkan efek serius. Tentu, sekali lagi tidak termasuk yang belum bisa divaksin karena alasan medis. Aneh jika Walikota dan Wawali sudah beri contoh divaksin sementara jajaran di bawahnya banyak yang belum divaksin. Ingat, pemimpin harus menjadi panutan,” pungkas Taufik Tumbelaka.

Diberitakan, gerak cepat Pemkot Manado yang dipimpin Walikota Andrei Angouw dan Wawali Richard Sualang melakukan vaksinasi massal direspons positif masyarakat.

Baca Juga:  Syarifudin Saafa Sebut UMKM dan Pasar di Manado Kurang Diperhatikan

Walikota Andrei Angouw mengatakan, program vaksinasi terus berlanjut agar target herd immunity bisa tercapai.

“Berharap penyebaran Covid-19 bisa kita hambat untuk tidak ke mana-mana,” tandas Angouw.

Menurut Angouw, herd immunity sendiri adalah perlindungan secara tidak langsung dari suatu penyakit menular yang terwujud ketika sebuah populasi memiliki kekebalan baik lewat vaksinasi maupun imunitas yang berkembang dari infeksi sebelumnya.

“Pertama, terpapar Covid-19 kemudian menjadi imun. Kedua, divaksinasi Covid-19 jadi imun,” terang Angouw.

Andrei Angouw berharap, masyarakat menaati protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Jangan lalai memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan agar Manado segera mencapai imunitas kolektif Covid-19.

“Solusi dari masalah ini semua ada di tangan pemerintah, juga di tangan kalian. Sekali lagi, saya menyerukan kepada seluruh warga tak terkecuali, mari jo bavaksin,” pungkas Andrei Angouw. (JerryPalohoon)


Pos terkait