Salah-satu Ciri Orang tidak Berhikmat: Susah Melihat Orang Senang dan Senang Melihat Orang Susah

  • Whatsapp

Tombulu, Manadonews.co.idDi tengah pandemi Covid-19 jemaat patut bersyukur masih bisa beribadah kepada Tuhan.

Bacaan Lainnya

Ibadah di gedung gereja tetap mematuhi protokol kesehatan.

Demikian khotbah Vikaris Pdt. Eunike Sumenge, S.Th, ketika memimpin ibadah Minggu (18/7/2021) pagi, di GMIM Alfa Omega Rumengkor.

Pembacaan Alkitab, Amsal 4: 1-17, dengan judul Nasihat untuk mencari hikmat.

“Pepatah tak asing, gajah mati meninggalkan gading, harimau mati tinggalkan belang, manusia mati tinggalkan nama. Artinya, setiap kematian meninggalkan jejak,” jelas Vikaris Eunike Sumenge.

Pengamsal mengajarkan tentang nasihat menggunakan gaya bahasa sastra.

Hidup berhikmat harus ditanamkan dalam kehidupan keluarga. Peran ayah dan ibu menjadikan anak-anak berhikmat.

“Orang berhikmat akan ditinggikan, dimuliakan, dihormati dan diberikan berkat,” terang Vikaris Eunike.

Hikmat adalah didikan atau pengajaran sesuai kehendak Tuhan.

Baca Juga:  Khotbah Minggu: Hubungan Ketaatan dan Relasi

“Orang tidak berhikmat sama dengan orang fasik. Salah-satu ciri orang yang tidak berhikmat adalah susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah,” tegas Vikaris Eunike.

Didikan dan pengajaran menjadi warisan berharga orang tua bagi anak-anak.

“Pengetahuan bisa didapatkan dari manusia, namun hikmat hanya dari Tuhan,” pungkas Vikaris Eunike Sumenge.

(JerryPalohoon)


Pos terkait