Prestasi Greysia Polii, Gubernur Olly Beri Motivasi Atlit Sulut Jelang PON XX

  • Whatsapp

Manado, MANADONEWS –
Euforia kemenangan pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, di ajang Olimpiade Tokyo 2020 masih terasa.

Di tengah hantaman pandemi, kibaran bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya membuat banyak orang bahagia dicampur haru.

Semua itu terlihat seusai pebulu tangkis termuda dan tertua di cabor dan nomor tersebut membawa pulang medali emas.

Mereka sekaligus meneruskan tradisi emas cabor bulu tangkis di ajang internasional sekelas olimpiade.

Tak pelak, hadiah dan bonus pun menanti. Pemerintah pusat, Pemerintah Daerah, pejabat, hingga masyarakat umum menggelontor hadiah yang tak tanggung-tanggung.

Selain, franchise, makan gratis seumur hidup serta perawatan kecantikan, Greysia/Apriyani tampaknya bakal bingung untuk memilih rumah baru. Sebab, mereka setidaknya akan diberi hadiah masing-masing lebih dari tiga tempat tinggal baru.

Rumah dan apartemen tersebut diberikan dari berbagai pihak dan terletak di tempat yang berbeda. Salah satunya untuk Greysia, rumah dari Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey. Tak ketinggalan, sebidang tanah dari Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, juga akan memberikan hadiah liburan gratis untuk Greysia/Apriyani ke 5 destinasi wisata super prioritas ditambah ke Wakatobi.

Sukses mengharumkan nama bangsa, pencapaian Greysia Polii dijadikan motivasi oleh Gubernur Olly Dondokambey kepada atlit Sulawesi Utara (Sulut) yang akan berkompetisi pada Pekan Olahraga (Papua) di Papua, September-Oktober 2021.

Baca Juga:  Wujud Nyata Kepedulian Sosial, Lomban Resmi Luncurkan Program Tali Kasih Bagi Tenaga Kerja Sektor Informal

“Salut dan terima kasih untuk perjuangan Greysia Polii yang mengharumkan nama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 dengan meraih medali emas cabang olahraga bulutangkis di nomor ganda putri bersama pasangan Apriyani Rahayu,” ungkapnya dikutip akun facebook Olly Dondokambey.

Postingan 6 Agustus itu disertai foto-foto perjuangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu pada Olimpiade Tokyo 2021.

“Menjadi kebanggaan Sulawesi Utara juga karena ini melanjutkan prestasi atlet asal Sulawesi Utara yang lain yakni Liliyana Natsir yang meraih medali Emas Olimpiade Rio 2016,” aku, gubernur.

“Sebagai keke asli Tomohon, Sulawesi Utara Greysia juga pernah mengharumkan nama Sulawesi Utara saat meraih medali emas PON Kaltim 2008 di nomor ganda putri bersama pasangan Natalia Poluakan,” lanjutnya.

“Sebagai wujud apresiasi seperti halnya yang diterima Liliyana Natsir sebelumnya, maka kami juga akan memberikan bonus berupa 1 unit rumah kepada Greysia Polii atas prestasi yang diraih. Sukses selalu dalam karir Greysia kedepannya,” ungkapnya.

Gubernur Olly meminta semua atlet asal Sulawesi Utara, tetap semangat berlatih untuk bisa meraih prestasi dan bisa mengharumkan nama daerah dan bangsa.

Baca Juga:  Pemakaman Jeanny Montolalu Hari Ini, Masyarakat Tomohon Dapat Ikuti Upacara via Live Streaming

“Untuk para atlet Sulawesi Utara yang akan berjuang di PON XX Papua pada Oktober nanti, semangat berlatih dan tunjukkan prestasi untuk kebanggaan Sulawesi Utara,” pungkasnya.

Langkah Pembinaan Atlet

Diketahui, Provinsi Sulut siap menghadapi ajang PON XX Papua 2021.
Para atlet sudah memasuki pemusatan latihan di Tondano, Minahasa.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mengungkapkan, PON ini Sulut akan mengirimkan atlet-atlet dari putra dan putri daerah.

Mengandalkan atlet Sulut merupakan langkah pembinaan atlet

“Kita rekrut atlet daerah kirim ke PON, tidak perlu atlet luar. Semua atlet daerah, ” kata dia.

Sulut akan mengandalkan atlet sendiri untuk meraih prestasi “Itu target kita, apa pun hasilnya,” katanya

Ia yakin dengan potensi atlet daerah sendiri “Atlet kita lebih baik, untuk meraih olahraga prestasi,” ujar Mantan Anggota DPR RI ini

Olly mengatakan, mengikuti PON tak sekadar mengincar medali, tapi jadi ajang pembinaan atlet untuk berkembang lebih jauh, di masa depan akan jadi pilar meraih prestasi, tidak hanya tingkat daerah, tapi nasional bahkan internasional.

“Atlet provinsi Sulut akan dimbil nasional, akan disupport mewakili Sulut,” ungkap Mantan Ketua Umum KONI Sulut ini.

Kontingen Provinsi Sulut menuju PON XX Papua tak menargetkan hasil tinggi. Banyak cabang olahraga berpeluang meraih medali malah tak dipertandingkan di PON Papua.

Baca Juga:  Kebangkitan Pariwisata Sulut, Gubernur Harap Menpar Beri Perhatian Khusus

Ketua Umum KONI Sulut, Steven Kandouw ketika ditanya soal target perolehan medali tak menyebut angka spesifik.

“Yang pasti lebih baik dari PON sebelumnya,” kita rebut medali,” ujar Steven Kandouw.

Hasil PON XIX di Jabar tahun 2016 merupakan titik nadir prestasi olahraga Sulut.

Atlet Sulut hanya membawa pulang 1 medali emas dari cabor bridge dan 8 medali perunggu.

Padahal di PON XVIII Riau tahun 2012, Sulut membawa pulang 6 medali emas, 6 perak dan 8 perunggu.

Kontingen Sulut siap berlaga tanpa beban namun mengincar tetap prestasi. Pemprov Sulut pun sudah menghibahkan Rp 17 miliar ke KONI, modal berlaga di PON.

Sulut akan mengirimkan 122 atlet terbagi atas 21 Cabor.

Sejumlah persiapan sudah dilakukan, Juli 2021 ini para atlet dan pelatih pun sudah masuk pemusatan latihan (training center) di Minahasa.

Bahkan untuk menstimulus para atlet dan pelatih agar fokus dalam training center, KONI pun sudah membayar uang saku sejak Maret hingga Juni 2021.

Pelatih diberi uang saku Rp 3 juta, dan atlet dua juta per bulan.

“Jadi ini menstimulus atlet untuk mempersiapkan diri lebih baik, dan lebih komprehensif menghadapi PON Papua,” ujar Steven.

(Youngky)

Pos terkait