Testimoni Keluarga Pasien Covid-19, Ungkap Fakta dari Perawatan hingga Pemakaman

  • Whatsapp

Manado – Pro dan kontra terkait pelayanan rumah sakit yang dianggap sengaja ‘meng-Covid-kan’ pasien meninggal dunia meski banyak juga tindakan positif rumah sakit melalui para tenaga kesehatan (Nakes) yang jarang diangkat ke publik mulai mendapatkan perhatian.

Bacaan Lainnya

Kali ini, keluarga almarhumah Ir. Meta Sonja Sompie, M.Si, pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 mengapresiasi kinerja tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. RD Kandou.

Keluarga pasien melalui adik dari almarhumah, Ir. Diantje Sompie, mengatakan bahwa pihak rumah sakit telah menunjukkan janggung jawab penuh kepada pasien yang meninggal akibat Covid-19.

“Rumah sakit membantu almarhumah adik saya dari pertama masuk rumah sakit sampai pemakaman. Menyediakan jasa mobil ambulans, serta dokter dan perawat semuanya sangat membantu kakak saya sejak perawatan sakit hingga meninggal,” kata Diantje Sompie kepada wartawan di RSUP Kandou, Senin (9/8/2021).

Baca Juga:  Wasekjen PDI P Ini Katakan Islam Nasionalis Harus Hidup Berdampingan dan Kokoh

Diantje menjelaskan, setiap doa yang dia panjatkan termasuk kepada para Nakes agar selalu diberikan perlindungan oleh Tuhan dalam melayani pasien Covid-19 yang sangat berisiko.

“Tiap pagi saya selalu mendoakan para petugas medis dan non medis hingga kepada jajaran direksi dan pejabat rumah sakit, semoga selalu diberikan kesehatan dan senantiasa dijauhkan dari segala marabahaya,” tukas dia lagi.

Sementara itu, Plh. Direktur Utama RSUP Kandou, dr. Jehezkiel Panjaitan, yang juga sebagai Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang, mengatakan keluarga pasien almarhumah Meta Sompie mengerti dengan keadaan yang terjadi di rumah sakit.

 “Mereka adalah keluarga dari pasien Covid-19 yang meninggal dunia tetapi masih bisa memberikan semangat dan motivasi bagi kami yang bekerja di rumah sakit,” kata panjaitan.

Ia mengatakan, masalah Covid-19 bukanlah masalah sepele dan bukan masalah yang dibuat-buat untuk mencari keuntungan. Masalah ini adalah masalah global bukan hanya di Indonesia.

“Kalau kita baca di media-media nasional, negara besar dan maju seperti Amerika saja masih kewalahan mangatasi wabah Covid ini. Semoga kita di Indonesia khususnya di Sulut bisa bertahan menghadapi masalah ini,” tandasnya.

Baca Juga:  RSUP Kandou Launching Aplikasi Program Pelayanan Kesehatan E-Lativ

Panjaitan berharap, masyarakat mematuhi mengikuti protokol kesehatan.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengendalikan virus, mulai dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), PSBB proporsional, hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Mari bersama- sama kita perangi Covid-19 ini, dengan tetap mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah,” pungkas Panjaitan.

(Benyamin)

Pos terkait