Brigjen Edward Pakasi Bilang Tujuan Perjuangan Permesta Terwujud di Masa Pemerintahan Presiden Jokowi

  • Whatsapp

 

Tondano, Manadonews.co.id – Bertempat di Wale Tonaas pesisir Danau Tondano di Kelurahan Tounsaru, Rabu (8/9/2021), warga kawanua yang peduli kemajuan daerah menggelar diskusi bersama dengan generasi muda dan LSM yang ada di Kabupaten Minahasa.

Bacaan Lainnya

Kegiatan dilaksanakan di rumah Lucky Lexy Kalonta yang ke depannya rumah ini siap dijadikan museum Minahasa.

Tampil sebagai pemateri, Tonaas Brigjen Purn. Edward Pakasi memaparkan tentang Nilai-nilai tujuan Permesta, juga dari Noldy Mandang dan Wenny Paath tentang keuletan perjuangan putra-putri Minahasa.

Di samping itu, ada pula beberapa tanggapan melalui vicon dengan para tokoh kawanua di antaranya Kolonel Rumbayan, Prof. Parengkuan dan lainnya.

Edward Pakasi mengulas tentang perjuangan Permesta. Nilai-nilai yang terkandung pada tujuan Permesta yang terdapat dalam piagam deklarasi adanya gerakan Permesta yang menjadi topik bahasan percakapan, karena baru mulai terlihat di seluruh pelosok negeri tercinta NKRI sejak era Presiden RI ke -7 Joko Widodo, bahwa nilai-nilai dari tujuan gerakan Perjuangan Semesta NKRI itu terwujud.

Baca Juga:  Bupati Meninggal Dunia Mendadak, Kawanua Manokwari Kehilangan Sosok Teladan

“Jelas dari tujuannya, Permesta bukan pemberontakan atau makar untuk tujuan separatisme. Pemerataan pembangunan tidak hanya di Jawa, nyata benar di zaman Presiden Joko Widodo,” ujar mantan Wakapolda Sumut ini.

Ditambahkannya, pelurusan sejarah Permesta sudah tertuang dalam Keputusan Presiden RI Soekarno no. 322 tahun 1961 tentang pemberian Amnesti dan Abolisi kepada para pengikut Gerakan Permesta, juga melalui kebijakan Presiden RI Joko Widodo beserta Wapres Jusuf Kalla, melalui Kep Menkumham no. AHU. 0032401.AH.01.07. tahun 1916 tanggal 16 Maret 2016 tentang pengakuan bahwa Gerakan Permesta untuk kepentingan kesejahteraan semesta rakyat Indonesia.

Saat diskusi beberapa peserta menanyakan tentang kurangnya persatuan warga asal Minahasa, ‘bukang baku beking pande tapi baku kase lia pande’.

“Kami yang muda muda butuh keteladanan baik dari sikap, tutur kata dan perilaku, serta budaya baik yang perlu diwariskan,” ujar Hence Karamoy, peserta diskusi.

Pertemuan diskusi yang baik namun yang di harapkan ke depan membangun tanah Minahasa Sulut, warganya baik yang di dalam maupun di luar daerah hidup dalam kesatuan Mina Esa menjadi satu dalam pikiran, perasaan dan tindakan sebagaimana warisan budaya Mapalus.

Baca Juga:  Wow, Remaja Minahasa Bintangi Film Amerika, Keluarga sangat Bangga

“Dan ungkapan Si Tou Timou Tumou Tou yang sangat sarat dengan pesan kemajuan dan kesejahteraan warga asal Kawanua. I Jajat U Santi,” tukas Karamoy.

(JerryPalohoon)

 

 

Pos terkait