Bertempat di Ruang Mapaluse Kantor Gubernur, Bupati FDW Ikut Katekisasi Tahap Dua

  • Whatsapp

MANADO, MANADONEWS.CO.ID – Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar, SH (FDW) mengikuti Katekisasi Tahap II bersama calon Pelayan Khusus (Pelsus) terpilih GMIM lainnya, Rayon Minsel, bertempat di ruang Mapaluse Kantor Gubernur Sulut, Rabu (10/11).

Katekisasi bagi Pelsus periode 2022 – 2026 itu diikuti oleh calon Penatua, Diaken dan Penatua Kompelka (Komisi Pelayanan Kategorial) BIPRA (Bapak, Ibu, Pemuda, Remaja, Anak Sekolah Minggu).

Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 8 hingga 13 November 2021 dan diikuti bergantian per Rayon baik offline maupun secara virtual dari gereja masing – masing itu dibuka oleh Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven Kandouw,dan turut dihadiri Gubernur Olly Dondokambey, SE, Senin (08/11).

Kepada peserta katekisasi, Wagub Steven Kandouw yang juga Pelsus terpilih di GMIM Bukit Moria Rike (Bumorik), Manado mengatakan Katekisasi merupakan tahapan sebelum penetapan Pelayan Khusus.

Kandouw memberi apresiasi kepada Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM selaku penyelenggara kegiatan, karena menghadirkan pihak pemerintah lewat materi yang disampaikan dalam kegiatan in.

Baca Juga:  Lolowang tutup diklat PIM IV angkatan XII

“Kehadiran pemerintah mau tidak mau, suka tidak suka mampu memberi warna terhadap aspek kehidupan termasuk dalam bergereja,” tuturnya.

Diungkapkannya gereja memiliki implikasi di semua elemen kehidupan masyarakat,

“Gereja dan pemerintah itu mengurus masyarakat, mengurus jemaat, dari lahir sampai meninggal,” tuturnya.

Lanjutnya, sebagai gereja terbesar di Sulut, GMIM harus memposisikan diri dan mengambil peran berarti bagi pembangunan Bumi Nyiur Melambai.

“Saya mengajak kita semua membantu program pemerintah. Sebab, kalau GMIM solid, GMIM kuat, Sulut juga pasti kuat dan maju,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua BPMS GMIM Pdt Dr Hein Arine mengungkapkan rasa bangganya atas pemberian diri para Pelsus terpilih.

“Menjadi pelayan khusus tidak gampang, karena itu tanggung jawab pelayanan,” katanya.

Menjadi Pelsus, kata dia, semangatnya bersifat volunteer (sukarela) sambil memberi motivasi. Ketika para pelsus memberi diri, menyatakan kesediaan diri melayani, mereka akan dilengkapi dan dikuatkan.

“Tuhan Yesus sang Kepala Gereja pasti memampukan. Yakin dan percayalah,” ucapnya.

Bupati FDW sendiri mengikuti katekisasi dalam kapasitas sebagai Calon Penatua Pria/Kaum Bapa(P/KB) GMIM Imanuel Kawangkoan Bawah

Baca Juga:  Penemuan Mayat Tanpa Identitas Di Kinamang Hebohkan Minsel

Marlon Koraag

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *