Resmi Dibuka, Rakernas Pemuda Katolik Godok Potensi Kader, Bahas Isu Stunting dan Migran

Minut, MANADONEWS –
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pemuda Katolik resmi dibuka, Jumat, (27/5/2022) di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Pembukaan ditandai pemukulan tetengkoren Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw bersama Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, Moderator Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik Romo Johanes Haryanto SJ, Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Gusma, Bendahara Umum Pemuda Kataolik FX Kusma.

Hadir juga secara virtual, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali.

Sebanyak 32 pengurus Komisariat Daerah (Komda) diikuti Komisariat Cabang (Komcab) hadir dalam Rakernas ini.

Di hadapan ratusan kader Pemuda Katolik Menpora menyampaikan selamat mengikuti Rakernas.

“Semoga menghasilkan karya-karya nyata bagi Gereja dan Tanah Air. Saya juga mengapresiasi prinsip-prinsip organisasi Pemuda Katolik yang mengikuti perkembangan zaman,” kata dia.

Menpora juga menyoroti tema Rakernas Pemuda Katolik yang membahas akselerasi organisasi berbasis potensi sumber daya kader menuju menuju komitmen Reborn and Grow Further.

Menurutnya tema ini ideal untuk pergerakan organisasi di era digital ini. Dia mengambil contoh program yang telah dijalankan Pemuda Katolik. Seperti kerja sama dengan BP2MI untuk membantu para pekerja imigran, program bersama BKKBN dalam mengatasi stunting dan pengelolan Pertashop yang dirancang bersama Pertamina.

Baca Juga:  PENGUMUMAN DAFTAR CALON SEMENTARA ANGGOTA DPRD KABUPATEN MINAHASA DALAM PEMILU TAHUN 2019

Kemudian, Menpora juga mengapresiasi kehadiran media pendamping organisasi Pemuda Katolik, Nusantaraaktual.com yang menjadi wujud nyata transformasi organisasi di era digital. Media ini akan membantu informasi dan publikasi berbagai kegiatan organisasi sehingga nantinya muncul tokoh-tokoh baru Katolik, seperti Harry Tjan Silalahi, Cosmas Batubara, Frans Seda dan lainnya.

“Ini adalah contoh pengelolaan organisasi modern, terjun langsung mengatasi berbagai persoalan bangsa. Juga memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mengenalkan organisasi kepada masyarakat luas sehingga para kader semakin dikenal masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Gusma menuturkan, investasi sosial yang begitu besar, konsolidasi organisasi telah dilakukan di masa kepemimpinan Ketua Pemuda Katolik sebelumnya dr Karolin Magret Natasa.

“Satu demi satu proses dan struktur kita menjadi utuh di seluruh Indonesia. Hari ini menjadi ajang pembuktian untuk kita bersama. Sebuah akselerasi berbasis potensi sumber daya kader. Kita sudah membuat clusterisasi di antara Pemuda Katolik, antara lain: jurnalis, lawyer, akademisi, politisi, pengusaha, UMKM serta ASN,” tuturnya.

Sejak dilantik, kata dia, PP Pemuda Katolik langsung melakukan percepatan organisasi, asistensi organisasi. Bertemu Komda-komda meskipun sebagian besar via daring.

Baca Juga:  Jemaat Gereja Patut Mencontohi Kesetiaan dan Ketaatan Ruth

“Di situ kita belanja potensi masalah dan mengetahui potensi kader kita. Di kader ini kita rumuskan. Misalnya jurnalis, apa yang bisa difasilitasi. Yang punya pasion politik, kira-kira organisasi ini mampu membawa kader ke arah mana. Ini yang akan kita godok di Rakernas,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemuda Katolik merupakan organisasi besar. Sejak 1945 senapas dan seperjuangan dengan negara ini.

Pemuda Katolik sudah membuka dengan berkolaborasi dengan berbagai macam instansi pemerintah. Tiga isu besar juga ikut digodok.

Pertama, soal kesehatan dan stunting. Kedua, isu soal pekerja migran. Bekerjasama dengan BP2MI, kita sudah melaksanakan kick off pertama di Flores Timur, daerah penghasil pekerja Migran terbesar di NTT. Akan ada kick off dengan BKKBN terkait isu stunting.

Ketiga ada workshop kepemiluan, bersama komisiomer KPU dan Bawaslu. Bersama-sama merancang dan memutuskan untuk masuk di penyelenggara dan pengawas pemilu.

“Kita punya komitmen bahwa tiga isu ini harus kita dorong bersama. Dikemas bersama menjadi program kerja. Jadi tidak hanya bicara soal internal,” ungkapnya.

Dia menambahkan, ke depan setelah Rakernas Pemuda Katolik akan menjalankan program-program kerja sama dengan kementrian dan lembaga.

“Di rakernas ini diharapkan partisipasi dan komitmen bersama. Ditekankan untuk konsolidasi komitmen. Konsolidasi komitmen menyangkut waktu dan konsolidasi komitmen jaringan,” bebernya.

Baca Juga:  Pernyataan Menarik Richard Sualang di Kegiatan Vaksinasi Pelaku Pariwisata

Sementara itu, dalam sambutannya, Wagub Steven Kandouw mengungkapkan Pemerintah Provinsi siap mendukung semua kegiatan OKP di Sulawesi Utara.

Ia mengatakan OKP adalah mitra kerja dari pemerintah dalam mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang penuh dengan persaudaraan.

Wagub berharap para kader Pemuda Katolik harus terlibat dalam dinamika sosial dan politik masyarakat.

“Dalam hal ini Pemuda Katolik memiliki potensi besar dalam berkolaborasi dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif dan efektif,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Uskup Manado mengingatkan para kader agar tetap berpegang teguh pada Tri Prasetya Pemuda Katolik yang taat kepada pimpinan Gereja dan negara, memperjuangkan kepentingan Gereja dan negara, serta mengutamakan persatuan, kekeluargaan dan toleransi.

“Pemuda Katolik secara institusional bernafaskan doktrin Gereja. Maka seperti sifat Gereja Pemuda Katolik harus terbuka pada semua orang terlebih terbuka dan berani membela mereka yang kecil, miskin dan tak berdaya,” harap Mgr. Rolly.

Selain itu Mgr. Rolly juga berharap dalam wadah Pemuda Katolik bisa bertumbuhnya kader-kader muda yang profesional, terlatih, dan berintelektual agar dapat memajukan Gereja dan Tanah Air. (Youngky)

Pos terkait