Dihadiri Langsung Andrei Angouw, Jokowi Minta seluruh Kepala Daerah Lakukan Cara Ini untuk Mengendalikan Inflasi

Jakarta, Manadonews.co.id – Rapat pembahasan pengendalian inflasi dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Senin (12/9/2022).

Rapat dihadiri seluruh kepala daerah secara langsung (Luring) maupun melalui aplikasi zoom.

Bacaan Lainnya

Walikota Manado, Andrei Angouw, berkesempatan mengikuti secara Luring di Istana Negara.

Di kesempatan tersebut, Presiden Jokowi meminta pemerintah daerah untuk bekerja sama mengendalikan laju inflasi di Indonesia Jokowi menargetkan inflasi 2022 berada di bawah 5 persen.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), menurut Jokowi, berpotensi membuat inflasi naik hingga 1,8 persen. Untuk itu, kepala daerah dan pemerintah pusat harus bekerja secara serentak mengatasi hal ini.

“Saya minta gubernur, bupati, walikota agar bersama pemerintah pusat kerja bersama sama seperti saat kita bekerja secara serentak dalam mengatasi covid,” kata Jokowi.

Baca Juga:  Ini Yang Dibahas Ketua DPRD Bolmong Saat Terima Kunker Aleg Gorut

“Saya yakin Insya Allah bisa kita lakukan sehingga inflasi di tahun ini kita harapkan bisa dikendalikan di bawah 5 (persen),” sambungnya.

Untuk mengendalikan inflasi, Jokowi mengatakan pemerintah daerah bisa mengalihkan 2 persen anggaran dari dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil (DBH) ke subsidi. Misalnya, dalam bentuk bantuan sosial (Bansos) kepada rakyat yang membutuhkan.

“Ini 2 persen bisa digunakan untuk subsidi dalam rangka menyelesaikan akibat dari penyesuaian harga BBM, 2 persen, bentuknya bisa Bansos, terutama pada rakyat yang sangat membutuhkan,” ujarnya.

Selain itu, Jokowi menuturkan subsidi juga bisa diberikan untuk membantu nelayan atau pengemudi ojek yang menggunakan solar dan BBM. Kemudian, anggaran 2 persen itu bisa dimanfaatkan untuk membantu UMKM dengan cara membeli bahan baku.

“UMKM bisa juga dibantu dalam pembelian bahan baku yang naik karena kemarin ada penyesuaian harga BBM, transportasi umum juga bisa dibantu kenaikan tarifnya berapa aja dibantu, bukan total dibantu, tetapi kenaikan tarif yang terjadi bisa dibantu lewat subsidi,” jelas Jokowi.

Baca Juga:  Tingkatkan Pelayanan,Dinkes Kotamobagu Gelar Pertemuan Evaluasi Validasi Data Program

Tak hanya itu, dia meminta pemerintah daerah memanfaatkan anggaran belanja tak terduga untuk subsidi biaya transportasi angkut barang antar daerah. Jokowi meyakini apabila hal ini dilakukan semua daerah, maka laju inflasi bisa ditahan.

“Belanja tidak terduga ini bisa digunakan untuk membantu biaya transportasinya. Artinya, misalnya harga bawang merah naik, bawang merah banyak berasal dari Brebes, misalnya ini provinsinya Lampung, Brebes-Lampung berapa biaya transportasinya? 3 juta, ini yang ditutup 3 juta oleh pemda,” terang Jokowi.

“Sehingga harga yang terjadi harga petani di Brebes kemudian sama dengan harga yang ada di pasar. Kalau itu semua daerah melakukan ini kita akan bisa mehanan inflasi agar tidak naik,” tutup Jokowi.

(***/JerryPalohoon)

 

 

Pos terkait