Danrem 131/Santiago Jelaskan Ancaman Kependudukan di Perbatasan Sulut

Manado – Komandan Korem (Danrem) 131/Santiago Brigjen TNI Mukhlis S.A.P, M.M menjadi narasumber dalam acara Seminar Nasional Digitalisasi Data Kependudukan dan Ketahanan Nasional, Selasa (20/9/2022) di Hotel Four Points Kelurahan Sario Tumpaan Kecamatan Sario Kota Manado.

Kegiatan yang mengusung tema ” Manajemen Kependudukan di Wilayah Perbatasan Sulut Dalam Memperkuat Ketahanan Nasional ” tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik DR. Hyrorimus Rowa M. SI, dengan dihadiri oleh Gubernur Provinsi Sulut yang diwakili oleh Kadis Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Provinsi Sulut DR Linda Deasy Watania , M.M, M. Si, Dirjen Kependudukan pencatatan sipil Kementerian dalam negeri diwakili oleh Kasubdir Pengolalan data disaster recovery center Mensuseno S.E, M.A, Karo SDM Polda Sulut Kombes Pol Riyadi Nugroho, S.I.K, Walikota Bitung diwakili oleh Asisten III Kota Bitung Drs Beny Lontoh, M.A, Dekan Fakultas Perlindungan Masyarakat DR. Udaya Majid M. PD, Kasiter Kasrem 131/Santiago Kolonel Kav Danny Hermawan, Kepala satuan Unit Lat IPDN Kombes Pol John Charles Lababan SIK M.H, Kasiintel Kasrem 131/Santiago Letkol Inf Sandy S.I.P, Kepala Pamong Praja IPDN Kompol Sinar Mata SIK SH, Kepala BPS Provinsi Sulut Amin Saputra SST, M.Si dan Kadis Kependudukan Pencatatan Sipil Kabupaten dan Kota se-Provinsi Sulut serta Praja muda IPDN Kampus Sulut.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Haru Serda Fredrik Putri Kembar Siamnya Dijenguk Langsung Kasad Dudung Abdurachman

Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Mukhlis S.A.P, M.M menyampaikan bahwa Komando Resor Militer atau yang lebih dikenal dengan sebutan Korem merupakan satuan teritorial yang berada dibawah Komando Daerah Militer (Kodam), Korem sendiri dipimpin oleh seorang Komandan Korem atau Danrem serta membawahi beberapa Komando Distrik Militer (Kodim) dan beberapa satuan pendukung seperti Perhubungan, Peralatan, Kesehatan, Polisi Militer, Zeni Bangunan dan lainnya.

” Korem 131/Santiago sebelumnya adalah bagian dari Kodam VII/Wirabuana yang berada di Makasar, pada tahun 2016 terjadi pembentukan Kodam XIII/Merdeka di Manado dan Korem 131/Santiago yang dipimpin oleh Komandan berpangkat Brigjen TNI dikarenakan Korem tipe A menjadi bagian satuan wilayah Kodam XIII/Merdeka yang wilayah pertahanannya meliputi Provinsi Sulawesi utara, Gorontalo dan Sulawesi tengah “, terang Danrem 131/Santiago.

Sambil menambahkan bahwa Korem 131/Santiago mempunyai tugas pokok yaitu membina kemampuan, membina kekuatan dalam rangka menjaga keamanan wilayah dan teritorial sesuai dengan program kerja TNI AD. Selain itu juga mempunyai wilayah pembinaan teritorial yang ada di wilayah Sulawesi Utara yang terdiri dari 4 Kota dan 11 Kabupaten memiliki 6 Kodim yaitu, Kodim 1301/Sangihe, Kodim 1302/Minahasa, Kodim 1303/Bolmong, Kodim 1309/Manado, Kodim 1310/Bitung dan Kodim 1312/Talaud, untuk Kodim 1303/Bolmong menjadi Kodim terbesar dikarenakan memiliki wilayah 4 Kabupaten dan 1 Kota yakni Kabupaten Bolmong, Kabupaten Bolsel, Kabupaten Bolmut, Kabupaten Boltim dan Kota Kotamobagu.

Baca Juga:  Pemilihan Putra-Putri Pesona Minahasa 2018 Siap Digelar

Dikatakannya, pada pembekalan dan pemahaman kepada para Praja muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sulut tentang ancaman kependudukan yang ada di perbatasan Sulawesi utara, menurutnya secara hukum kondusif akan tetapi ada konflik sosial yang sifatnya internal sesuai data Korem 131/Santiago yang dimuat tahun 2020 sampai 2022.

” Mulai dari isu SARA, permasalahan tambang dan perkelahian antar kampung, namun sejauh ini kondisi Sulut kondusifitasnya tinggi, Sulut itu terkenal dengan toleransinya yang sangat tinggi dan untuk ancaman yang paling berat hanyalah bencana alam, dimana banjir dan longsor yang angkanya sangat tinggi “, kata mantan Kapendam XII/Tanjung Pura.

Dijelaskan Danrem, pemicu masalah antar kampung (Tarkam) di Sulut bukanlah SARA, tapi lebih banyak dari kebiasaan seperti miras lalu emosi dan kemudian terjadilah pertikaian.

” Cuma dengan tatapan mata saja biasa jadi masalah hanya karena pengaruh miras “, ujar Komandan Pasukan Teritorial Darat wilayah Korem 131/Santiago tersebut.

(Stg/Regina.TS)

 

 

Pos terkait