GNPIP Dihadiri Andrei Angouw, Olly Dondokambey Memaparkan Konsep Mapalus

Manado – Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) 2022, dihadiri Walikota Manado, Andrei Angouw.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sintesa Peninsula ini, dihadiri Gubernur Olly Dondokambey, Deputi Gubernur BI, Kepala Perwakilan BI Sulut, Forkopimda Sulut, Bupati dan Walikota dari Maluku, Papua, serta Bupati dan Walikota se Sulut, perwakilan Bank Indonesia dan pimpinan OJK se Sulawesi, Maluku dan Papua, serta pejabat instansi terkait.

Bacaan Lainnya

Setelah acara pembukaan, dilaksanakan pemutaran video program Pengendalian Inflasi di Sulut dan beberapa provisi lainnya.

Selanjutnya, Penadatanganan Kerjasama Antar Daerah (KAD). Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan bibit cabe.

Deputi Bank Indonesia, Aida Budiman, menjelaskan sehubungan dengan konsep pengendalian inflasi serta program dan kegiatan pengendalian inflasi.

Dijabarkan tentang filosofi GNPIP serta beberapa contoh konkrit di lapangan sehubungan pengendalian inflasi pangan.

Baca Juga:  Andrei Angouw: Air perlu Dikelola agar Memberi Manfaat bagi Kehidupan

Dicontohkan makanan berbagai sayuran di Sulut yang dikenal dengan tinutuan, juga soal bawang, rica dan tomat (Barito).

Gubernur Olly Dondokambey ketika menyampaikan sambutan merasa bangga Sulut dipilih sebagai penyelenggaraan GNPIP Sulawesi, Maluku dan Papua.

“Soal inflasi di Indonesia termasuk inflasi Sulut dapat dikendalikan seminimal mungkin karena keja sama antara kabupaten dan kota termasuk keterlibatan Forkopimda seperti TNI dan Polri, serta peran serta Perbankan,” jelas Olly Dondokambey.

Olly Dondokambey menambahkan, konsep Mapalus (bekerja bersama) diterapkan di Sulut dalam pengendalian inflasi, memacu ekonomi lewat pertanian pangan dan lainnya.

“Pengendalian inflasi dan memberikan pertumbuhan ekonomi yang baik dan dampak ekonomi bisa dirasakan oleh masyarakat di Sulut,” urai Olly Dondokambey sambil menyontohkan sektor pertanian dan pangan dengan program “Marijo ba kobong”.

(JerryPalohoon)

 

 

Pos terkait