Proyek Investasi Rp2 Triliun di Malalayang Terhambat, Olly Dondokambey Beri Respon

Manado, MANADONEWS – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD) angkat bicara terkait hambatan pelaksanaan proyek investasi berbandrol Rp2 triliun di Malalayang, Kota Manado.

Pihak perusahaan yakni PT TJ Silfanus hingga kini menemui kendala untuk melaksanakan pembangunan hotel di lokasi tersebut karena adanya penolakan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Terkait ini, Gubernur OD memastikan akan mencari tahu persoalan tersebut.

“Nanti saya cek!,” kata Gubernur OD kepada awak media di lobi Kantor Gubernur Sulut, Senin (3/10/2022).

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulut sangat terbuka dengan masuknya investasi.

“Ini terus kita dorong supaya lebih banyak lagi investor yang masuk berinvestasi di Sulut. Dan ini kita jamin,” ujarnya, sembari mengatakan akan mengecek kembali hambatan pelaksanaan proyek di Malalayang tersebut.

Baca Juga:  Wajib Alokasikan Anggaran, Bahtiar Minta Pemda Jangan Berkelit

Sejumlah pihak turut menyayangkan masih adanya hambatan atau kendala masuknya investasi di Bumi Nyiur Melambai.

Padahal dengan banyaknya investasi yang masuk akan membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat, dan mendongkrak perekonomian daerah.

Seperti disampaikan pakar pemerintahan dan politik Sulut, Burhan Niode.

Menurutnya, upaya Gubernur OD menarik investor berinvestasi di Sulut seharusnya dapat direspon Pemprov Sulut melalui intansi terkaitnya untuk menjamin kelancaran investasi tersebut.

“Upaya pak Gubernur Olly Dondokambey saat ini sangat luar biasa dalam meningkatkan investasi. Bahkan sudah terbukti investor asing maupun dalam negeri berbondong-bondong datang ke Sulut untuk berinvestasi. Pak gubernur kan sudah menjamin kelancaran investasi. Ini tentu harus dikawal lagi,” tuturnya.

Akademisi Fispol Unsrat tersebut berharap agar Pemprov Sulut terus membangun komunikasi dan sinergitas dengan stakeholder terkait seperti TNI mampu Polri serta pihak balai Pemerintah Pusat dan keamanan untuk mengawal kelancaran investasi. 

“Saya lihat saat ini ada investasi besar di Malalayang. Namun kondisi di lapangan, investor dan pengembang menemui banyak hambatan. Seperti gangguan pekerjaan dari masyarakat sekitar, hingga upaya-upaya menghentikan investasi PT TJ Silfanus. Nah, ini tugas Pemprov Sulut untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak Polri agar secara bersama-sama mengawal kegiatan investasi tersebut. Supaya investor ini tidak meninggalkan Sulut nantinya,” sebut Niode. (*)

Baca Juga:  Gubernur Sulut Dapat Surprise di Malalayang

Pos terkait