Belajar Melalui Lingkungan Sekitar

Belajar melalui lingkungan sekitar
Fatmeyke Tatengkeng,S.Pd

Oleh: Fatmeyke Tatengkeng,S.Pd

Setiap guru di tuntut menggunakan media pembelajaran dengan berbagai metode. Salah satunya yaitu belajar melalui lingkungan sekitar.

Bacaan Lainnya

Di dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 14 menyatakan: Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang di tujukan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 tahun yang di lakukan melalui pemberian ransangan pendidikan untuk membentuk pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Salah satu pengertian pendidikan yang sangat umum di kemukakan oleh Driyarkara (1980;34) bahwa Pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia muda.

Taman kanak-kanak adalah jenjang Pendidikan Anak Usia Dini dalam bentuk pendidkan formal.

Kurikulum di Taman Kanak-kanak menekankan pemberian ransangan pendidikan untuk membentuk pertumbuhan dan

perkembangan jasmani dan rohani agar anak siap memasuki pendidikan jenjang selanjutnya.

Pendidikan Taman Kanak-Kanak harus menyediakan bermacam-macam kegiatan yang dapat mengembangkan berbagai aspek

perkembangan anak yang meliputi aspek Afektif, Fisik motorik, Kognitif, Bahasa, Sosial Emosional dan Seni.

Baca Juga:  Kapolda Sulut dan Kapolresta Puji Cerdas Comand Center

Peran pendidik yang perlu di tonjolkan dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan atau pembelajaran

di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini adalah sebagai fasilitator.

Pendidik Anak Usia Dini harus memberikan kemudahan kepada anak untuk mempelajari berbagai hal yang terdapat dalam lingkungannya.

Lingkungan di sekitar masyarakat merupakan tempat yang menarik di mana anak-anak dapat belajar dan bertumbuh.

Anak-anak menunjukkan ketertarikan serta rasa ingin tahu ketika mereka bermain dengan memanfaatkan lingkungan sekitar.

Selain itu, anak-anak dapat mengembangkan semua aspek perkembangannya sementara pendidik dapat meningkatkan pertumbuhan anak-anak melalui pengamatan dan berinteraksi melalui kegiatan-kegiatan yang telah di rencanakan.

Dengan memanfaatkan lingkungan masyarakat tersebut, anak-anak dapat menikmati perubahan cuaca dan musim.

Lingkungan sekitar manapun dapat menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak.

Berputar-putar di rerumputan, melihat pemandangan sekitar, mencium udara di pagi hari, melihat anak burung beterbangan merupakan pengakuan-pengakuan yang sangat luar biasa bagi mereka.

Selain itu juga, kegiatan-kegiatan yang sering di laksanakan di dalam kelas jika di bawah ke suasana lingkungan sekitar juga pada umumnya memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih mengesankan bagi mereka, mendengar cerita dari pendidik di bawah sebuah pohon, di atas hamparan rerumputan hijau, dalam suasana angin sepoi-sepoi sangat berbeda kesannya di bandingkan mendengarkan hal yang sama dengan suasana di dalam kelas.

Baca Juga:  6 Tahun Manadonews, Semangat Berkarya, Kreatif dan Inovatif

Lingkungan sekitar mampu menambah tekstur warna, aroma dan suara-suara ke dalam kegiatan-kegiatan dalam ruangan.

Jenis lingkungan pertama yang bermanfaat bagi kegiatan pengembangan anak-anak di lembaga PAUD adalah lingkungan Alam atau sering juga di sebut dengan lingkungan fisik.

Lingkungan Alam atau lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang sifatnya alamiah, seperti sumber daya alam yang terdapat di sekeliling kita seperti (air, hutan, tanah, batu-batuan), tumbuh-tumbuhan dan hewan (flora dan fauna), sungai, iklim, suhu udara.

Lingkungan Alam ini sangat mudah di temukan di lembaga PAUD TK Mahanaim Pananaru dan secara alamiah lingkungan ini telah menyatu dengan kehidupan kita sebagai manusia.

Contohnya Tanaman Bakau dan Ketapang. Pada kegiatan pembelajaran Tema: Tanaman, Subtema: Tanaman Pesisir Pantai, Sub-Sub tema: Bakau, Ketapang.

Pendidik mengajak  anak-anak  untuk belajar langsung dari lingkungan sekitar. Mengenal secara langsung tentang bentuk, warna, nama dari setiap tanaman pesisir pantai yang di temui.

Melalui kegiatan belajar seperti ini anak dapat di rangsang untuk lebih semangat lagi datang ke sekolah, senang berada di sekolah.

Baca Juga:  Ini Alasan Pemilihan Rektor Unsrat Ditunda

Tidak hanya itu, melalui kegiatan belajar dari lingkungan sekitar ini, pendidik mampu menjelaskan setiap masalah yang di tunjukkan oleh anak-anak, menceritakan kepada mereka bagaimana itu bakau dan ketapang, proses pertumbuhannya, cara merawatnya, maka tentu saja akan menjadi pengalaman belajar dan informasi yang di peroleh anak akan berkembang dan memperoleh pengalaman belajar bermakna dalam kegiatan belajarnya.

Tentu saja cara mempelajarinya harus di sesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan anak usia dini.

Pemanfaatan lingkungan dalam pendidikan anak usia dini di lakukan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan anak untuk:

  1. Lebih memahami gejala-gejala alam yang terjadi dalam kehidupannya sehari-hari.
  2. Dapat menumbuhkan kesadaran sejak awal untuk mencintai alam, dan
  3. Anak bisa bepartisipasi untuk menjaga dan memelihara lingkungan sekitar.

Dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai tempat belajar, anak akan memperoleh sesuatu yang sangat berharga dari kegiatan belajarnya yang mungkin tidak akan di temukan dari pengalaman belajar di kelas.

 

Penulis: Guru TK Mahanaim Pananaru,Kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

 

Pos terkait