RSUP Kandou Agendakan Transplantasi Ginjal Pertama Akhir Januari 2023

Manado – RSUP Kandou Manado mengagendakan transplantasi ginjal untuk yang pertama kali dan akan digelar akhir bulan Januari 2023.

Hal ini menyusul Vsitasi dari Komisi Transplantasi Nasional (KTN), terkait RSUP Prof Dr R D Kandou Manado sebagai penyelenggara Transplantasi Ginjal yang saat ini tinggal menunggu penetapan dari Menteri Kesehatan (Menkes).

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Direktur SDM Pendidikan dan Umum RSUP Kandou Manado, Dr dr Ivonne E Rotty MKes, selaku plh Dirut, saat memimpin rapat rutin Direksi, bersama Koordinator dan Sub Koordinator, serta pejabat pengadaan, di aula lantai 2 kantor pusat administrasi RSUP Kandou, Senin (16/1/2023)

“Saat ini kita dalam persiapan, tinggal menunggu SK penetapan dari Menkes,” kata dokter Ivonne Rotty.

Di lain pihak, Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, dr Yeheskiel Panjaitan SH MARS menyampaikan soal kesiapan RSUP Kandou, baik terkait prosedural, teknis kesiapan rumah sakit mulai dari ruangan, peralatan, obat-obatan, dan paling penting juga adalah SDM yang akan terlibat rencana besar, yakni transplantasi ginjal.

Baca Juga:  Mulai Hari Ini RSUP Kandou Fungsikan Laboratorium Pemeriksaan Real Time PCR

“Rencana tanggal 28 Januari RSUP Kandou akan melaksanakan operasi transplantasi ginjal yang pertama di Indonesia Timur. Untuk pelaksanaannya, tindakan pertama kita masih didampingi oleh RSCM, selanjutnya RSUP Kandou sudah bisa melakukan secara mandiri,” pungkas Yeheskiel Panjaitan.

Sedangkan terkait dengan pembiayaan transplantasi ginjal, seperti pertanyaan dari Direktur Perencanaan Keuangan dan BMN, Frets Melope SE MSi, Panjaitan mengatakan bahwa sudah berkoordinasi dengan BPJS dan sudah mendapat persetujuan.

“Sudah disetujui oleh BPJS, dengan catatan kita harus memenuhi persyaratan dalam Permenkes tersebut, dan itu sementara berproses,” tandasnya.

Sebelumnya Dirut Dr dr Jimmy Panelewen, SpB-KBD menyebut bahwa upaya ini untuk menjawab kebutuhan dari masyarakat Sulawesi Utara dan sekitar, di antaranya Provinsi Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua barat.

Sebab secara nasional, khusus Sulawesi Utara berada pada urutan ketiga gagal ginjal.

“Selama ini selalu berujung pada cuci darah, namun setelah ini, jika pasien memenuhi syarat maka akan di lakukan transplantasi ginjal,” katanya

Menurutnya, transplantasi ginjal tentu saja suatu tindakan yang lebih kompleks di bandingkan dengan yang lainnya.

Baca Juga:  MoU RSUP Kandou dan Kolegium Jantung Pembuluh Darah Indonesia

“Kalau cuci darah kan gampang saja, namun pasien tiap Minggu harus dua kali datang di rumah sakit. Nah, kalau transplantasi ginjal, begitu pasien sukses maka seumur hidup dia akan seperti orang normal,” jelas Panelewen.

Dengan demikian menurutnya, masyarakat tidak perlu lagi cemas keluar daerah, seperti ke Jakarta untuk transplantasi karena nanti bisa dilakukan di Manado.

“Upaya kita agar RSUP Kandou Manado selalu jadi Pioneer. Maksudnya bukan untuk membanggakan diri, melainkan memicu semangat rumah sakit lainnya di Indonesia Timur untuk ikut melakukan program transplantasi ginjal untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tutupnya.

(***/BenyaminAlfonso)

 

Pos terkait