TOMOHON,MANADONEWS.CO.ID– Staf Ahli Menhan Bidang Sosial Kemhan RI Mayjen TNI Rionardo memimpin upacara resmi penetapan personel Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat Tahun Anggaran 2025, dengan Komandan upacara Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin, Kamis (20/11/2025) di Lapangan Rindam XIII/Merdeka, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Sebanyak 300 personel ditetapkan sebagai Komcad Matra Darat TA. 2025 setelah menjalani masa pendidikan dan latihan selama dua bulan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto, Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Saptono Syiwarudi, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip, Danrindam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wempie Ramandei, Wadarindam XIII/Merdeka Kolonel Inf Mochammad Fuad Suparlin, para Asisten Kasdam dan Kabalak Kodam XIII/Merdeka, para pejabat teras Rindam XIII/Merdeka, Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Santoso, Dandim 1310/Bitung Letkol Czi Hanif Tupen, Danyonzipur 19/YKN Letkol Czi Wiratama Suryono, Dankikav 10/MSC Kapten Kav Frans Tamba Raja Purba, Kakorum Yonif 712/Wiratama Kapten Inf HY. Sitorus dan para tamu undangan.
Pada kesempatan itu, Staf Ahli Menhan Bidang Sosial Kemhan RI Mayjen TNI Rionardo menyampaikan pesan dari Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin yang bersifat petunjuk untuk seluruh personel Komcad yang baru saja dilantik. Menhan Sjafrie menekankan pentingnya memberikan kontribusi terbaik setelah kembali ke masyarakat.
“Saya mewakili Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta Komcad atas semangat dan dedikasi yang ditunjukkan. Beliau berpesan agar ilmu, keterampilan dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama pelatihan hendaknya terus diterapkan dalam setiap langkah pengabdian, baik saat bertugas maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dia mengatakan bahwa sistem pertahanan negara perlu dikembangkan secara adaptif, tidak hanya mengandalkan kekuatan militer untuk menghadapi ancaman yang bersifat konvensional, tetapi juga dengan memanfaatkan potensi informasi, teknologi, sumber daya manusia, dan ketahanan sosial untuk menghadapi berbagai ancaman nonkonvensional.
“Kehadiran anggota Komcad ini merupakan wujud keterlibatan rakyat dalam pertahanan negara dan juga untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kedaulatan dan keutuhan negara merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga negara,” katanya.
Kepada Komponen Cadangan yang hari ini ditetapkan dan telah menjalani program latihan, Sjafrie Sjamsoeddin berharap agar senantiasa menjadi teladan dalam disiplin, semangat juang, dan cinta tanah air. Tunjukkan bahwa bela negara bukan sekadar kewajiban, tetapi kehormatan yang diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata.
“Jadikan momentum ini sebagai peneguhan komitmen untuk memperkuat persaudaraan, memperkokoh semangat kebangsaan, serta berperan aktif sebagai bagian dari pertahanan negara yang tangguh dan bermartabat,” pungkas Menhan Sjafrie dalam amanat tertulisnya.
Untuk diketahui, merujuk pada UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara, Komponen Cadangan atau Komcad adalah sumber daya nasional yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat kekuatan komponen utama, yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Komcad adalah program sukarela atau tidak wajib yang diamanatkan oleh UU Nomor 23 Tahun 2019, sehingga Komcad sendiri bukanlah wajib militer. Setelah dilatih dan ditetapkan, mereka kembali ke masyarakat sesuai profesi masing-masing dengan status sebagai orang sipil. Mobilisasi Komcad pun hanya bisa dilakukan oleh Presiden atas persetujuan DPR RI untuk kepentingan pertahanan negara. (Regina.TS)












