MANADO,MANADONEWS.CO.ID- Komando Resor Militer (Korem) 131/Santiago melaksanakan latihan lapangan penanggulangan bencana banjir di wilayah Kota Manado guna meningkatkan kualitas personel dalam penanggulangan bencana maupun pasca bencana yang terjadi di daerah itu.
Kegiatan yang dibuka oleh Komandan Rindam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wempie Ramandei ini digelar di Markas Pomdam XIII/Merdeka, Kota Manado, Sulawesi Utara, Senin (8/12/2025) dengan dihadiri Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto, Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Saptono Syiwarudi, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip, Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Agus Wahyudi Irianto, Wadanrindam XIII/Merdeka Kolonel Inf Kolonel Inf Mochammad Fuad Suparlin, para Asisten Kasdam dan Kabalak Kodam XIII/Merdeka, para Dandim jajaran Korem 131/Santiago serta para tamu undangan.
Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip selaku Dansatgas mengatakan kegiatan latihan penanggulangan bencana alam banjir ini sebenarnya adalah latihan internal untuk menggali kemampuan prajurit Korem 131/Santiago dan jajarannya sebelum diterjunkan apabila terjadi bencana.
“Dalam pelaksanaannya kami bersinergi dengan instansi terkait lainnya seperti Kepolisian, Basarnas, Tagana, BPBD dan lain sebagainya untuk saling melengkapi,” kata Danrem.
Mantan Danrindam XII/Tanjung Pura ini menyampaikan bahwa, latihan ini dapat menjadi modal dasar bagi unsur yang terkait dengan Satgas Penanggulangan Bencana Alam, sesuai dengan tuntutan tugasnya dalam menanggulangi dan mengantisipasi setiap kemungkinan bencana alam yang timbul sewaktu-waktu di wilayah Sulawesi Utara.
“Kegiatan ini bertujuan untuk melatihkan unsur-unsur terkait agar selalu dapat bersinergi dan bekerjasama dalam mengantisipasi apabila terjadi bencana alam berupa banjir di Kota Manado serta untuk sarana uji coba prosedur tetap dalam penanggulangan bencana alam terutama banjir yang sering terjadi,” ujarnya.
Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan uji konsep PO (Perintah Operasi) yang disimulasikan dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab unsur-unsur yang terlibat dalam operasi penanggulangan bencana, diantaranya mulai dari embarkasi personel dan materiil, penanggulangan bencana banjir, evakuasi korban, penanganan pengungsi dan pendistribusian bantuan.
Keterlibatan prajurit TNI dalam penanggulangan bencana alam sangat dibutuhkan, karena sebagai alat pertahanan negara, TNI tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara, tapi juga melindungi masyarakat.
“Sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, bahwa fungsi TNI dalam pasal 7 diantaranya membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan,” tandasnya.
Danrem berharap latihan terpadu tersebut mampu memperkuat sinergi lintas lembaga serta meningkatkan kemampuan operasional satuan kewilayahan dalam menjalankan operasi kemanusiaan.
“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga sarana untuk mengasah kemampuan dan memperkuat kerja sama dalam kondisi darurat di wilayah,” pungkasnya. (Regina.TS)












