KEMA – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sulut-3 yang beroperasi di Desa Kema Satu, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara saat ini hadir tidak hanya menjadi perusahaan yang menyalurkan ketersediaan listrik bagi warga Sulawesi Utara, melainkan perusahaan ini juga hadir untuk memberikan dampak yang lebih luas lebih khusus bagi warga sekitar lokasi perusahaan. Hal ini direalisasikan melalui salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau yang sebelumnya dikenal dengan program CSR.
Salah satu program TJSLP yang dilakukan oleh PLTU Sulut-3 adalah penanganan stunting di Desa Kema 1, Desa Kema 2 dan Desa Kema 3 yang berada di Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara. Bantuan yang diberikan berupa pemberian makanan bergizi untuk makan pagi dan makan siang setiap hari selama setahun penuh bagi para anak stunting yang berada di ketiga desa tersebut.
Program ini juga dilaksanakan bekerjasama langsung dengan Puskesmas Kema terutama dalam hal pemantauan data kesehatan maupun data pertumbuhan anak stunting serta konsultasi kebutuhan gizi yang diperlukan anak stunting untuk diimplementasikan pada makanan yang disiapkan oleh PLTU Sulut-3 untuk dibagikan kepada para anak stunting.
Kegiatan ini mendapat apresiasi langsung dari warga sekitar maupun orang tua dari para anak stunting. Salah satunya disampaikan oleh Tiara Abdjul warga Kema 3.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih untuk PLTU Sulut-3 karena sudah banyak membantu kami warga Kema 3 salah satunya dengan program penanganan stunting ini,” ujar Tiara.
“Anak kami terlihat pertumbuhannya semakin membaik, bantuan dari PLTU Sulut-3 ini sangat membantu kami orang tua,” jelas Tiara.
Hal serupa juga disampaikan oleh Filia Goni warga Desa Kema 1 penerima bantuan program penanganan stunting.
“Torang (kami) sangat bersyukur ada PLTU Sulut-3 di pa torang pe kampung (kampung kami). Dorang bisa bantu pa torang pe anak ((mereka bisa membantu anak kami) yang stunting. Kedepannya torang ba harap (kami berharap) program ini tetap terus ada,” jelas Filia.
Penanggung jawab program penanganan stunting dari PLTU Sulut-3 Vian Rondonuwu menyampaikan bahwa program penanganan stunting yang dilaksanakan sudah menjadi program rutin tahunan dari perusahaan.
“Penanganan stunting bagi para warga sekitar terutama di Desa Kema 1, Desa Kema 2 dan Desa Kema 3 sudah rutin kami laksanakan setiap tahun. Program ini full kami lakukan dalam setahun penuh. Program ini kami lakukan atas dasar kepedulian untuk warga sekitar maupun mendukung program pemerintah lebih khusus Kabupaten Minahasa Utara melalui program Minut Zero Stunting,” jelas Vian.
Seperti diketahui data prevalensi stunting di Kabupaten Minahasa Utara pada tahun 2025 berada di angka 18,9% dan berada di peringkat ke-4 se-provinsi Sulawesi Utara. Diharapkan melalui program penanganan stunting oleh PLTU Sulut-3 dapat terus menekan angka prevalensi stunting di Kabupaten Minahasa Utara menjadi lebih baik lagi kedepannya. (red)
Langsung ke konten












