TAHUNA, MANADONEWS.CO.ID – Upaya pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang saat melakukan aktivitas memanah ikan (bajubi) di perairan Pantai Gihang, Kampung Mala Lindongan IV, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan, Kamis (16/4/2026).
Koordinator Pos Basarnas Tahuna, Maryoto, mengatakan operasi hari ini melibatkan personel penyelam dan satu unit perahu karet untuk menyisir area permukaan hingga bawah laut di lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban.
“Dua penyelam telah kami turunkan untuk melakukan penyisiran di titik terakhir korban terlihat, dengan durasi penyelaman sekitar 45 menit,” ujarnya di lokasi kejadian.
Namun, proses pencarian dihadapkan pada kendala berat akibat kondisi cuaca dan laut yang tidak bersahabat. Arus bawah laut yang kuat, gelombang tinggi, serta jarak pandang yang terbatas menjadi hambatan utama bagi tim di lapangan.
“Visibilitas di bawah air sangat rendah karena sedimen yang teraduk oleh gelombang, sehingga menyulitkan penyelam dalam mendeteksi keberadaan korban,” jelas Maryoto.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui turun bajubi bersama kerabatnya sekitar pukul 11.00 WITA. Cuaca yang tiba-tiba memburuk dengan gelombang tinggi diduga menyebabkan korban terseret arus ke arah utara dan tidak kembali ke permukaan.
Sesuai prosedur Basarnas, operasi pencarian akan berlangsung hingga tujuh hari ke depan. Tim juga terus bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi perkembangan situasi.
“Perkiraan warga, air akan mulai surut sekitar pukul 22.00 WITA. Kami tetap siaga di posko terdekat dan siap bergerak jika ada tanda-tanda baru,” pungkasnya.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, dan masyarakat masih berada di lokasi, baik untuk melakukan pemantauan maupun memberikan dukungan kepada keluarga korban. (Riko)
Langsung ke konten












