GORONTALO,MANADONEWS.CO.ID– Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus bersama Gubernur Gorontalo Ir. H. Gusnar Ismail dan jajaran Forkopimda Provinsi Gorontalo menyambut langsung kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, Jumat (19/6/2026) di Bandar Udara Djalaluddin, Gorontalo. Kedatangan orang nomor dua di Indonesia tersebut dalam rangka melaksanakan serangkaian kunjungan kerja di Provinsi Gorontalo.
Setibanya di bandara, Wapres RI beserta rombongan disambut dengan jajar kehormatan dan upacara adat khas Gorontalo berupa pemberian sekapur sirih, yang dilanjutkan dengan doa sebagai wujud syukur dan harapan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam kunjungan kerja kali ini, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus bertindak langsung sebagai Panglima Komando Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Pengamanan VVIP. Pangdam menegaskan bahwa jajaran TNI-Polri telah bersinergi dan siap mengamankan seluruh rangkaian agenda kunjungan kerja Wapres di wilayah Gorontalo.
“Kehadiran Bapak Wapres di Gorontalo merupakan agenda penting bagi percepatan pembangunan daerah. Oleh karena itu, kami bersama seluruh personel TNI-Polri berkomitmen penuh untuk menjamin keamanan dan stabilitas wilayah selama rangkaian kunjungan kerja Wapres berlangsung, hingga kepulangan beliau nanti berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar Mayjen TNI Mirza Agus.
Selama berada di Provinsi Gorontalo, Wapres RI dijadwalkan akan melakukan serangkaian agenda penting, diantaranya meninjau langsung perkembangan pembangunan Bendungan Bulango Ulu yang terletak di Kabupaten Bone Bolango. Hingga saat ini, progres pembangunan bendungan yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional tersebut telah mencapai 94,99 persen.
Selain itu, Wakil Presiden juga dijadwalkan akan membuka secara resmi Pekan Nasional Petani dan Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan guna Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045” merupakan wujud komitmen bersama memperkuat ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini akan berlangsung pada 20–25 Juni 2026 dan diikuti oleh sekitar 30.000 peserta yang terdiri dari petani, nelayan, dan tenaga penyuluh pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia. (Regina.TS)












