BOLMONG,MANADONEWS.CO.ID– Panen padi seluas 50 hektare di Desa Tapadaka Timur, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow, menjadi momentum strategis bagi Kodam XIII/Merdeka. Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menegaskan bahwa kemampuan swasembada pangan bukan lagi sekadar urusan ekonomi, melainkan fondasi utama untuk menghadapi berbagai ancaman krisis ekonomi, bencana alam, hingga dinamika geopolitik.
Hal tersebut disampaikan Pangdam saat memberikan arahan kepada seluruh pemangku kepentingan pasca gelaran Panen Raya Padi Serentak yang terhubung bersama Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan mulai dari optimalisasi irigasi, bantuan alat mesin pertanian, hingga pendampingan bagi petani.
Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan kelompok tani menjadi kunci agar sawah tetap produktif dan kesejahteraan petani di pedesaan terus meningkat. Oleh karena itu, Kodam XIII/Merdeka berkomitmen untuk terus mendampingi sektor pertanian sebagai pilar penting dalam memperkuat ketahanan nasional dari tingkat daerah.
Rangkaian kegiatan panen raya tersebut juga diwarnai dengan aksi sosial berupa penyerahan bantuan paket sembako kepada masyarakat setempat, sebagai wujud nyata kepedulian TNI dan upaya mempererat kemanunggalan dengan rakyat. (Regina.TS)












