MANADO,MANADONEWS.CO.ID– Bagi seorang prajurit TNI, disiplin bukan sekadar kewajiban di atas kertas, melainkan napas dari profesionalisme. Belakangan, Pomdam XIII/Merdeka kembali menegaskan pentingnya nilai ini melalui Operasi Penegakan dan Penertiban (Gaktib) serta Operasi Yustisi Waspada Wira Pedang. Meskipun operasi di wilayah Kodam XIII/Merdeka ini mungkin telah usai beberapa waktu lalu, gaung pembinaan yang dihasilkan justru memiliki relevansi jangka panjang bagi citra institusi di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, petugas gabungan tidak hanya berfokus pada pencarian kesalahan administratif seperti kelengkapan SIM, STNK, KTA, hingga atribut seragam. Lebih dari itu, langkah ini merupakan instrumen preventif untuk menekan potensi pelanggaran sekecil apa pun yang dapat mencoreng nama baik militer.
Danpomdam XIII/Merdeka, Kolonel Cpm Novem Janri Rajagukguk secara tegas menyatakan bahwa esensi dari operasi ini adalah pembinaan mental.
“Kami ingin membangun budaya disiplin yang kuat. Kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian dari jati diri prajurit dan menjadi cerminan profesionalisme TNI AD dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Melalui pendekatan berkelanjutan, operasi ini membuktikan bahwa penertiban berfungsi ganda. Di satu sisi, ia menjaga setiap personel agar tetap taat hukum dan mengutamakan keselamatan berkendara. Di sisi lain, hal ini secara langsung memperkokoh kepercayaan masyarakat. Harapannya, prajurit yang tertib di dalam asrama maupun di jalan raya akan selalu hadir sebagai figur teladan bagi warga sipil di mana pun mereka ditugaskan. (Regina.TS)












