MANADO — Manajemen Bank Sulut Gorontalo (BSG) bersama Banggar DPRD Sulawesi Utara menyatukan persepsi guna memperkuat struktur permodalan bank daerah tersebut. Langkah ini dibahas dalam rapat kerja di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Rabu (5/8/2026).
Direktur Utama BSG, Revino M. Pepah, menekankan pentingnya membangun kesepahaman antara sudut pandang makro pemerintah dan perspektif mikro manajemen bank.
Menurutnya, penguatan modal inti mendesak dilakukan untuk menjaga pertumbuhan bisnis berkelanjutan sekaligus memaksimalkan kontribusi BSG terhadap ekonomi daerah.
Revino menjelaskan bahwa BSG saat ini memprioritaskan penyelesaian skema Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan pemenuhan target modal inti sebesar Rp3 triliun. Saat ini, BSG masih terikat dalam skema KUB bersama PT Megakorpora hingga target tersebut terpenuhi.
“Permasalahannya adalah modal inti harus terus didorong hingga mencapai Rp3 triliun agar skema KUB dapat diselesaikan. Jika itu tercapai, pengendalian bank ini dapat lebih jelas berada di bawah pemegang saham daerah,” jelas Revino.
Ia mencontohkan, daerah lain seperti Provinsi Gorontalo, Kota Manado, Tomohon, dan Gorontalo Utara terus menambah setoran modal. Tanpa langkah serupa dari Pemprov Sulut, komposisi kepemilikan saham berpotensi bergeser.
Guna menjawab tantangan tersebut, Banggar DPRD Sulut mengusulkan agar alokasi dividen Pemprov Sulut senilai Rp79 miliar ditahan dan dikembalikan sebagai penyertaan modal.
Pertemuan ini membuka ruang diskusi berlanjut untuk menentukan skenario terbaik demi menjaga stabilitas dan kedaulatan bank milik daerah tersebut. (Jrp)












