Tahuna, MANADONEWS.CO.ID – Ketua Panitia Pemilihan Ungke Momo Sangihe Tahun 2026, Jopy Thungari, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi di atas panggung saat Grand Final Pemilihan Ungke Momo Sangihe 2026.
Permohonan maaf tersebut disampaikan Jopy melalui akun media sosial Facebook pada Sabtu (22/8/2026), menyusul berbagai tanggapan masyarakat terkait pelaksanaan Grand Final yang berkembang di media sosial.
Jopy mengaku memahami kekecewaan yang muncul di tengah masyarakat. Ia juga menyayangkan kejadian di atas panggung yang kemudian menimbulkan kegaduhan.
“Sebagai Ketua Panitia, saya memahami kekecewaan yang muncul. Saya menyesali kejadian di atas panggung yang menimbulkan kegaduhan,” tulis Jopy dalam pernyataannya.
Ia menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada peserta yang mengalami langsung kejadian tersebut. Permohonan maaf juga disampaikan kepada masyarakat yang merasa kecewa terhadap pelaksanaan kegiatan.
Meski demikian, Jopy menegaskan bahwa tidak pernah ada niat dari panitia untuk mempermalukan, merendahkan, maupun menjatuhkan karakter peserta.
Menanggapi berbagai dugaan yang berkembang, khususnya terkait hasil kompetisi, Jopy mengatakan dirinya telah melakukan klarifikasi kepada Dewan Juri.
Berdasarkan klarifikasi tersebut, ia menyampaikan bahwa hasil yang ditetapkan dalam Grand Final merupakan hasil penilaian Dewan Juri.
“Berdasarkan penjelasan yang saya terima, hasil yang ditetapkan merupakan hasil penilaian Dewan Juri,” tegasnya.
Jopy juga menyatakan tidak akan membalas satu per satu komentar yang berkembang di media sosial. Ia memilih menyampaikan sikap secara terbuka sebagai bentuk tanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan.
Dalam pernyataannya, Jopy turut menyampaikan bahwa seluruh panitia telah berupaya menjalankan amanah yang diberikan dengan kemampuan dan keterbatasan yang ada.
Namun, ia mengakui masih terdapat kelemahan dan kekurangan dalam pelaksanaan Pemilihan Ungke Momo Sangihe Tahun 2026 yang perlu menjadi bahan evaluasi dan perbaikan ke depan.
“Kami menyadari masih ada kelemahan dan kekurangan yang harus diperbaiki,” ungkapnya.
Jopy kemudian menyampaikan apresiasi atas berbagai kritik dan saran yang diberikan masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sikap resmi Ketua Panitia di tengah perbincangan publik mengenai Grand Final Pemilihan Ungke Momo Sangihe Tahun 2026 yang berkembang di media sosial. (Riko/Gina)












