Scroll untuk baca artikel
Berita TerbaruBerita UtamaDaerahTNI

Warga Maluku Utara Serahkan 75 Pucuk Senjata Api dan 1.069 Amunisi secara Sukarela ke Kodam XV/Pattimura

36
×

Warga Maluku Utara Serahkan 75 Pucuk Senjata Api dan 1.069 Amunisi secara Sukarela ke Kodam XV/Pattimura

Sebarkan artikel ini

TERNATE, MANADONEWS.CO.ID- Komando Daerah Militer (Kodam) XV/Pattimura menerima 75 pucuk senjata api, 1.069 butir munisi, serta bahan peledak dari masyarakat Maluku Utara. Seluruh barang berbahaya itu diserahkan secara sukarela.

Penyerahan tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Markas Korem 152/Baabullah, Ternate, Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Panglima Kodam (Pangdam) XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto dengan didampingi oleh Komandan Korem (Danrem) 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin beserta sejumlah pejabat utama.

MANTOS

Mayjen TNI Dody Triwinarto menyampaikan apresiasi tinggi kepada warga yang sadar hukum dan peduli pada keamanan lingkungan.

“Apresiasi dan penghargaan kami sampaikan kepada masyarakat yang telah memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap keamanan dengan menyerahkan secara sukarela berbagai jenis senjata api, senjata rakitan, munisi, dan bahan peledak kepada aparat TNI,” ujar Dody.

Dari total 75 pucuk senjata api yang diterima, rinciannya sebagai berikut:
-Senjata api standar (15 pucuk): 1 laras panjang FNC, 1 SMR, 2 laras panjang Bruno, 2 Steyr, 1 laras panjang double barrel, 2 pistol FN, 2 pistol VOC tahun 1771, 3 revolver, dan 1 pistol pelontar gas air mata.
-Senjata api rakitan (60 pucuk): 41 pucuk laras panjang rakitan dan 19 pucuk pistol rakitan.

Selain itu, masyarakat turut menyerahkan 1.069 butir munisi dan bahan peledak, yang terdiri atas:
-780 butir munisi kaliber 5,56 mm.
-134 butir munisi jenis lain.
-154 butir munisi campuran.
-1 buah granat tangan atau granat lontar.

Menurut Dody, senjata-senjata tersebut berasal dari berbagai sumber. Sebagian merupakan sisa peninggalan konflik masa lalu tahun 1999–2000, dan lainnya adalah senjata organik warisan keluarga yang masuk dari Filipina.

Ia mengingatkan bahwa keberadaan senjata ilegal sangat berbahaya dan mengancam ketertiban umum. Wilayah Maluku Utara dinilai rawan terhadap penyelundupan senjata via jalur laut karena berdekatan dengan jalur lintas Filipina–Indonesia, khususnya di sekitar Galela dan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.

Mantan Danrem 132/Tadulako itu juga mengimbau warga yang masih menyimpan senjata api atau bahan peledak ilegal agar segera menyerahkannya kepada aparat. Warga diminta untuk tidak memperjualbelikan atau mengedarkannya.

Korem 152/Baabullah bersama jajaran akan terus mendata dan menangani temuan senjata ini sesuai prosedur hukum.

“Kodam XV/Pattimura juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, seluruh elemen masyarakat, serta media massa untuk bersama-sama memberikan edukasi dan mendukung upaya memutus mata rantai peredaran senjata ilegal,” pungkasnya. (15/Regina.TS)

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Tumeles.com - Topup Game, Pulsa & Belanja Kebutuhan Harian di Manado