TONDANO — Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai MOY Restoran, Tondano, Minahasa, pada Kamis (5/11/2026). Ketua Pimpinan Pusat Perempuan Indonesia Raya (PP PIRA), Dr. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M., secara resmi melantik dan mengukuhkan jajaran Pimpinan Daerah (PD) PIRA Sulawesi Utara serta Pengurus Cabang se-Sulawesi Utara.
Prosesi pelantikan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan pusat PIRA, Asisten 1 Pemerintah Provinsi Sulut Denny Mangala yang mewakili Gubernur, serta Ketua Penasihat DPD Partai Gerindra Sulut Ferdinand Mewengkang yang mewakili Ketua DPD Gerindra.
Berdasarkan Surat Keputusan yang dikukuhkan, kepengurusan inti PD PIRA Sulawesi Utara dipimpin oleh Claudya Karamoy, B.Sc., M.Pd. sebagai Ketua. Ia didampingi oleh para srikandi tangguh lainnya, di antaranya:
Wakil Ketua: Ivanna Miliangan, Glori Mandagi, S.T., dan Dra. Coins Meity Mandey, M.Si.
Sekretaris: Jeine Sambuaga
Wakil Sekretaris: Maureen Karundeng, S.E., dan Vanda Kembuan Pasiowan
Bendahara: Gabriella Margaretha Kaligis, S.E.
Wakil Bendahara: Linda Nancy Masengi
Dalam arahannya, Novita Wijayanti mengungkapkan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan pemerintah daerah dan jajaran DPD Gerindra Sulut. Ia menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial belaka, melainkan awal dari gerakan nyata di tengah masyarakat.
“Yang dilantik bukan untuk tidur, tapi harus bekerja mendukung program pembangunan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Sulut Yulius Selvanus. PIRA harus jadi organ dan sayap partai yang bisa mendukung program pemerintah,” tegas Novita di hadapan para pengurus yang langsung dijawab dengan pekikan kesiapan penuh.
Sebagai “rumah besar perempuan di Partai Gerindra”, Novita juga memberikan sejumlah instruksi penting kepada para pengurus yang baru dilantik mengawal dan menyukseskan program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto, serta aktif melawan informasi bohong atau hoax yang beredar di media sosial secara cerdas.
“Bergerak aktif melalui mulut, pikiran, tangan, dan kaki, merangkul saudara, tetangga, hingga komunitas sekitar. Mengingat peran organisasi yang berbasis pengabdian tanpa gaji dan subsidi, dibutuhkan dedikasi tinggi dari setiap kader,” jelas anggota DPR-RI Komisi 5 ini.
Dengan resmi dikukuhkannya kepengurusan baru ini, PIRA Sulawesi Utara diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam memperkuat basis dukungan perempuan sekaligus menyukseskan agenda pembangunan nasional maupun daerah di Bumi Nyiur Melambai. (Jerry)












