TAHUNA, MANADONEWS.CO.ID — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, SH, bergerak cepat mengantisipasi potensi gangguan jaringan internet yang diperkirakan terjadi pada April 2026 menyusul agenda perbaikan teknis jaringan Palapa Ring Timur oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).
Ronald Lumiu menjelaskan, pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi bersama BAKTI terkait rencana pekerjaan perbaikan parsial pada jaringan Palapa Ring segmen Tahuna–Melonguane yang akan berlangsung sepanjang 1 hingga 30 April 2026.
“Dari pemaparan pihak BAKTI, puncak gangguan jaringan diperkirakan terjadi pada 16 sampai 21 April 2026. Dampaknya akan dirasakan langsung di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro,” ujar Lumiu kepada awak media, Senin (16/3/2026).
Mengantisipasi dampak terhadap pelayanan publik, pendidikan, dan komunikasi masyarakat, Dinas Kominfo Sangihe langsung mengusulkan langkah mitigasi kepada BAKTI.
Salah satu langkah yang diajukan adalah peningkatan kapasitas bandwidth pada titik bantuan internet milik BAKTI yang tersebar di sejumlah fasilitas pelayanan masyarakat.
“Ada sekitar 104 unit bantuan internet BAKTI yang berada di sekolah, puskesmas, dan kantor desa. Kami meminta agar kapasitas bandwidth pada titik-titik tersebut ditingkatkan sementara selama masa perbaikan, sehingga pelayanan publik tetap berjalan,” jelas Lumiu.
Menurutnya, usulan tersebut mendapat respon positif dari pihak BAKTI, yang berencana melakukan peningkatan kapasitas secara otomatis mulai 1 April 2026.
Selain berkoordinasi dengan BAKTI, Dinas Kominfo juga telah menyampaikan laporan tertulis kepada Bupati Kepulauan Sangihe sebagai bentuk langkah antisipasi dini.
Pihaknya saat ini juga melakukan inventarisasi perangkat jaringan yang digunakan oleh pemerintah daerah, instansi vertikal, serta lembaga lain, termasuk pengguna layanan satelit seperti Starlink.
“Kami sedang memetakan penggunaan jaringan di seluruh perangkat daerah dan lembaga terkait, supaya bisa diketahui sejauh mana dampak gangguan yang akan terjadi dan langkah apa yang harus diambil,” katanya.
Lumiu menambahkan, pemerintah daerah akan segera mengeluarkan pemberitahuan resmi kepada masyarakat setelah menerima surat resmi dari BAKTI terkait jadwal pelaksanaan pekerjaan.
Menutup keterangannya, Ronald Lumiu menegaskan bahwa perbaikan jaringan Palapa Ring merupakan pekerjaan teknis yang harus dilakukan demi meningkatkan kualitas layanan internet ke depan.
Ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut dan tidak mengaitkannya dengan isu di luar persoalan teknis.
“Perbaikan ini penting untuk menjaga kualitas jaringan ke depan. Kalau tidak dilakukan sekarang, gangguan bisa lebih besar di kemudian hari. Ini murni pekerjaan teknis infrastruktur, bukan hal lain,” tegasnya. (Riko)












