BITUNG,MANADONEWS.CO.ID– Komitmen menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus diwujudkan hingga ke batas terluar nusantara. Dalam sebuah langkah nyata untuk memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar, Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Saptono Syiwarudi menghadiri upacara pelepasan pelayaran Ekspedisi Rupiah Berdaulat, yang merupakan kerja sama antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut di Sulawesi Utara, bertempat di Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmada VIII, Bitung, Selasa (23/6/2026).
Kehadiran Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus yang diwakili Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Saptono Syiwarudi dalam kegiatan tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI dan otoritas keuangan negara dalam menjaga martabat bangsa, sekaligus sebagai wujud dukungan Kodam XIII/Merdeka terhadap program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan Sulawesi Utara.
Misi kolaboratif ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kedaulatan negara melalui penyediaan dan distribusi uang Rupiah yang layak edar hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T), sekaligus memperkuat kehadiran negara di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini merupakan program strategis hasil kolaborasi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut, bertujuan untuk menjangkau masyarakat di daerah kepulauan agar memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar serta meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan dan kecintaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Saptono Syiwarudi menegaskan bahwa pertahanan negara bukan sekadar urusan menjaga batas teritorial dari ancaman fisik, melainkan juga menjaga kedaulatan ekonomi.
“Rupiah yang beredar di tangan warga di wilayah terdepan adalah identitas negara yang harus terus dijaga keberadaannya,” ujar Brigjen Saptono.
Melalui kegiatan ini diharapkan sinergitas antara TNI, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mendukung pemerataan layanan keuangan, mempererat persatuan, serta memperkokoh kehadiran negara hingga ke wilayah terluar Indonesia.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Regina.TS)












