MANADO,MANADONEWS.CO.ID– Sebanyak 62 prajurit dari satuan jajaran Komando Daerah Militer (Kodam) XIII/Merdeka mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dari Sabuk Merah ke Hitam Pencak Silat Militer (PSM). Ujian tersebut diselenggarakan di Lapangan Makodam XIII/Merdeka, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (8/7/2026).
Ujian yang ditinjau langsung oleh Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus ini bukan sekadar formalitas pergantian warna sabuk. Lebih dari itu, ujian ini menjadi simbol kedisiplinan dan kesiapan operasional prajurit dalam mengemban tugas negara.
Dalam pelaksanaannya, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus melalui Asisten Operasi (Asops) Kasdam XIII/Merdeka Kolonel Inf Endik Hendra Sandi, menegaskan bahwa Bela Diri Militer seperti PSM merupakan program wajib di lingkungan TNI Angkatan Darat.
“Sabuk hitam PSM bukan hanya sekadar tingkatan tertinggi dalam ilmu bela diri, melainkan simbol kehormatan, kedisiplinan, dan komitmen,” ujar Kolonel Endik Hendra Sandi.
Para peserta diuji secara ketat oleh tim pelatih melalui berbagai tahapan. Materi yang diujikan mencakup demonstrasi teknik dasar, serangan, pertahanan, pembelaan, kuncian, bantingan, hingga jatuhan. Peserta juga diwajibkan memperagakan Rangkaian Gerak Berpasangan (RGB) jurus PSM 1 hingga 10, teknik pernapasan, pematahan benda keras, dan sambung (fektik), serta ujian teori tertulis.
Kedepan, para peserta yang berhasil meraih sabuk hitam akan dioptimalkan sebagai kader dan pelatih utama. Mereka diproyeksikan untuk melatih dan membina anggota lainnya di seluruh padepokan PSM jajaran Kodam XIII/Merdeka.
“Kader-kader baru pencak silat militer yang bersabuk hitam ini nantinya akan menjadi kader pelatih di padepokan PSM jajaran Kodam XIII/Merdeka,” pungkas Asops.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kajasdam XIII/Merdeka Kolonel Arm Muhamad Faozan, Kabagpostur Disjasad (Ketua Tim Pelatih PP PSM) Letkol Inf Agus Wibowo, Pabandyalat Sopsdam XIII/Merdeka Letkol Inf Rivaldy Rachman, dan Mayor Inf Herman Paskalis Maturbongs. (Regina.TS)












