Kadis P3A Bolmong, Nangsi Mokoginta
BOLMONG,MANADONEWS,-.Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) terus giat-giatnya melakukan terobosan untuk meminimalisir kasus kekerasan maupun asusila terhadap anak dan perempuan di Bolmong.
” Kami pastikan ditahun depan korban kekerasan anak dan perempuan sudah ada pendampingan ,”ujar Kadis P3A Nangsi Mokoginta, Selasa (27/11) siang diruang kerjanya.
Dijelaskan, tahun 2017 ini pihaknya belum sampai ketahap pendampingan kepada korban kekerasan perempuan maupun anak.
” Saat ini kami hanya sebatas mendampingi, kalau untuk pendampingan harus ada tim, yang diantaranya ada pengacara dan ahli psikologis. Karena tahun ini kami belum ada dana, kalaupun sampai mendampingi, dananya itu merupakan kebijakan kami ,”terang Kadis Nangsi.
Untuk tahun 2018 kedepan, Dinas P3A sudah mengajukan penambahan anggaran untuk biaya pendampingan.
” Kan dinas ini baru dibentuk tahun 2017. Namun, setiap kasus yang masuk selalu kami upayakan secara maksimal untuk selalu mendampingi,” ucapnya.
Diungkapkan, kendala yang ditemui dilapangan, yakni permasalahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami oleh sang istri.
” Disaat kami sementara mengawal kasus tersebut, tiba-tiba sang istri sudah akur kembali sama suaminya. Jadi, kami pun ikut memediasinya,”cetus Nangsi.
Dirinya berharap, bagi pasangan suami-istri agar saling berkomunikasi dengan baik, sehingga tidak akan terjadi kasus KDRT.
” Demi meminimalisir kekerasan pada perempuan dan anak di Kabupaten Bolmong, kedepan kami akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat,”tutupnya.
( stvn )












