AIRMADIDI, MANADONEWS – Antusias anak muda Desa Laikit kecamatan Dimembe melakukan Bakti Sosial di Desa mereka dengan membersihkan rumah-rumah Ibadah. Mulai dari Masjid Ash – Sholihin, GML juga membersihkan Gereja GMIM Imanuel Laikit, Gereja Katolik St. Yohanes Penginjil Laikit. Selain itu mereka juga melakukan penanaman pohon beringin dibawa kaki gunung Klabat, Para pemuda-pemudi tersebut menamakan diri mereka Generasi Muda Laikit atau di singkat dengan GML. Untuk Pembersihan Rumah-rumah Ibadah Tanggal 14 Februari 2018 dan Penanaman Pohon Di Kaki Gununh Klabat 16 Februari 2018.
Suatu hal yang sangat positif apa yang dilakukan oleh anak-anak muda Desa Laikit ini. Mengingat saat ini banyak anak muda yang masa bodoh dengan kebersihan dan kurang menjaga sikap toleransi terhadap sesama, terlebih banyak yang terjerumus dalam Narkoba, dengan ini Generasi Muda Laikit (GML) menujukan anak-anak muda yang berbeda dan dapat menjadi contoh bagi anak-anak muda di Sulawesi Utara.
“Tujuan kami anak-anak muda Desa Laikit yang tergabung dalam Komunitas Generasi Muda Laikit (GML) adalah untuk mempererat tali persaudaraan dan rasa toleransi umat beragama yang ada di Desa Laikit yang kita cintai” Ujar Ketua GML Richard Ngangi
Dalam kesempatan ini pengurus Masjid Ash – Sholihin Desa Laikit mengatakan bahwa mereka sangat berterima kasih kepada Generasi Muda Laikit.
“Terima Kasih Generasi Muda Laikit yang sudah berlelah-lelah dan berkotor-kotor untuk membersihkan tempat Ibadah kami, ini suatu perbuatan yang patut dicontoh oleh anak-anak muda di Kecamatan Dimembe bahkan Minahasa Utara dan Sulawesi Utara, dimana mereka menjaga kerukunan umat beragama dengan sikap dan perbuatan.” ujar Marshudi, Pengurus Masjid Ash – Sholihin Desa Laikit
Selain membersihkan rumah-rumah Ibadah, anak-anak muda ini juga melakukan penanaman pohon Beringin dibawa kaki gunung Klabat, dimana penghijauan merupakan salah satu perbuatan mulia, karena pohon merupakan makhluk Tuhan yang mempunyai segudang manfaat, terlebih pohon yang ditanam bisa menahan tanah longsor dan banjir bandang akibat penebangan pohon di bawa kaki gunung Klabat.
“Jangan menilai anak muda Laikit itu perusak kebhinekaan dan perusak alam, kami Generasi Muda Laikit (GML) akan menjaga toleransi umat beragama yang terbungkus dalam Kebhinekaan, dan kami GML juga akan menjaga kelestarian gunung Klabat, kami akan terus menanam pohon agar gunung Klabat tidak mendatangkan banjir dan tanah longsor bagi kami desa Laikit yang tinggal dibawa kaki gunung Klabat dan juga desa-desa lain” Ujar Panglima GML Uchup Tintingon. (aso)












